GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Jumlah Jurnalis Korban Kekerasan di Sumut Meningkat Dua Kali ...

Jumlah Jurnalis Korban Kekerasan di Sumut Meningkat Dua Kali ...

Jumlah Jurnalis Korban Kekerasan di Sumut Meningkat Dua Kali Lipat Tahun 2017 Tahun 2017 kembali menjadi tahun berbahaya bagi jurnalis di Sumatera Utara.Sabtu, 30 …

Jumlah Jurnalis Korban Kekerasan di Sumut Meningkat Dua Kali ...

Jumlah Jurnalis Korban Kekerasan di Sumut Meningkat Dua Kali Lipat Tahun 2017

Tahun 2017 kembali menjadi tahun berbahaya bagi jurnalis di Sumatera Utara.

Jumlah Jurnalis Korban Kekerasan di Sumut Meningkat Dua Kali Lipat Tahun 2017IstAktivis AJI Medan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut memperingati May Day beberapa waktu lalu.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Tahun 2017 kembali menjadi tahun berbahaya bagi jurnalis di Sumatera Utara.

Berdasarkan catatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan, ada 15 kasus kekerasan yang menimpa jurnalis di Sumatera Utara yang terjadi dalam kurun Januari hingga Desember 2017.

“Di tahun 2017 ini terjadi peningkatan hampir dua kal i lipat dibanding kasus kekerasan yang terjadi di tahun 2016 sebanyak 8 kasus. Ada pun kasus-kasus kekerasan yang dialami jurnalis antara lain, intimidasi, ancaman, penghalangan liputan, hingga kekerasan fisik dan verbal,” kata Ketua AJI Medan, Agoez Perdana, saat menyampaikan Catatan Akhir Tahun AJI Medan, Sabtu (30/12/2017).

Tindakan-tindakan kekerasan itu, lanjutnya, melanggar pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 serta junto pasal 18 ayat 1 UU Pers No. 40/1999, dan dapat dikenakan ancaman hukuman 2 tahun penjara serta denda Rp500 juta.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Divisi Advokasi AJI Medan, Dewantoro mengimbau, para jurnalis yang mendapatkan kekerasan saat menjalankan tugas agar menempuh jalur hukum dan tidak mengambil jalan damai dengan pelaku, dan bagi aparat penegak hukum agar memasukkan UU No. 40/1999 sebagai acuan tuntutan hukum bagi pelaku kekerasan.

“AJI dengan tegas menolak segala bentuk praktik impunitas kepada pelaku kekerasan terhadap jurnalis. Untuk itu kami mendesak aparat penegak hukum di wilayah Sumatera Utara untuk serius menangani dan mengungkap kasus-kasus kekerasan yang menimpa jurnalis di wilayah Sumatera Utara yang belum terselesaikan, serta menuntut komitmen para penegak hukum terhadap kebebasan pers dan perlindungan terhadap profesi jurnalis sesuai UU Pers No. 40/1999,” beber Dewantoro.

Pembentukan Serikat Pekerja Media

Banyaknya jurnalis yang status ketenagakerjaannya tidak jelas dan menerima upah tidak layak, bahkan ada yang sama sekali tidak diberikan upah oleh perusahaan media tempatnya bekerja juga menjadi sorotan AJI Medan.

“AJI Medan mengajak para jurnalis khususnya yang ada di Sumatera Utara untuk bersama membangun serikat pekerja baik di tingkat perusahaan atau lintas media, agar memperbaiki kondisi yang kurang menguntungkan jurnalis. Termasuk timbulnya kasus jurnalis yang dipaksa untuk mengundurkan diri,” demikian disampaikan Koordinator Divisi Ketenagakerjaan AJ I Medan, Liston Damanik.

Menurut Liston, kondisi yang mendorong urgensi pembentukan serikat pekerja media adalah saat ini perusahaan cenderung menuntut loyalitas, tapi tidak dibarengi dengan upah layak. Jurnalis, misalnya, di era digital bekerja di lapangan melebihi standar waktu. Jurnalis harus menguasai seluruh aspek terkait platform digital alias berkemampuan multi tasking.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Liston Damanik Ikuti kami di Beginilah Paras Cantik dan Bodi Aduhay Liza Soberano, Wanita Tercantik Dunia 2017 Sumber: Google News | Berita 24 Sumut

Tidak ada komentar