GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

PNS Disdukcapil Suruh Pulang Anggota DPRD Ini dan Warga Pun ...

PNS Disdukcapil Suruh Pulang Anggota DPRD Ini dan Warga Pun ...

Alamak PNS Disdukcapil Suruh Pulang Anggota DPRD Ini dan Warga Pun Diperlakukan Seperti Orang Bodoh! engan bersungut-sungut, Uli Simatupang menuntun anak…

PNS Disdukcapil Suruh Pulang Anggota DPRD Ini dan Warga Pun ...

Alamak

PNS Disdukcapil Suruh Pulang Anggota DPRD Ini dan Warga Pun Diperlakukan Seperti Orang Bodoh!

engan bersungut-sungut, Uli Simatupang menuntun anaknya turun dari lantai tiga gedung Disdukcapil Kota Medan

PNS Disdukcapil Suruh Pulang Anggota DPRD Ini dan Warga Pun Diperlakukan Seperti Orang Bodoh!Tribun MedanPengurusan e-KTP di Kota Medan, Sumatera Utara.

TRIBUN-MEDAN.COM - Dengan bersungut-sungut, Uli Simatupang, warga Medan Amplas, menuntun anaknya turun dari lantai tiga gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (19/12/2017) kemarin.

Uli Simatupang baru saja mengalami perlakukan tidak mengenakka n dari Pegawai Disdukcapil Kota Medan saat hendak menanyakan perihal kapan e-KTP nya siap kepada pegawai Disdukcapil Sumut.

"Sebentar ke Disdukcapil. Sebentar ke Kecamatan. Sampe nanti di Kecamatan disuruh lagi ke sini. Sangat repot. Kemarin masalah blanko, sekarang entah masalah apa lagi, repot-repot," ujarnya dalam sungut-sungutnya kepada suaminya yang berjalan di depannya, Senin (18/12/2017).

Saat bertemu dengan wartawan Tribun Medan/Online Tribun-Medan.com, ia pun mengutarakan bahwa dia kesal karena sudah satu tahun menunggu e-KTP nya, tapi tidak rampung.

Hasil gambar untuk Urus KTP di Disdukcapil, Tribun Medan

Uli dan suaminya Parmonangan Manalu bahkan sudah dua kali dikasih surat pengganti e-KTP.

"Udah setahun lebih e-KTP tidak siap-siap. Sudah lama kami rekam data. Makanya kami ke sal kali. Padahal saat penduduk tidak pegang e-KTP dianggap kita penduduk gelap. Kek penyusup awak diberlakukan. Ini malah mereka yang mempesulit warga mendapat e-KTP," kesalnya.

Ia pun menceritakan bahwa selama setahun ini banyak sekali urusan dia terbengkalai saat menggunakan suket, karena suket tersebut tidak diakui saat berurusan di bank dan diberbagai instansi lainnya.

"Terus aja dikasih suket (surat keterangan pengganti e-KTP). Padahal tidak semua urusan bisa menggunakan suket ini. Kek suami saya mau mengurus kerjaanya di Papua. Harus pakai e-KTP. Udah begitu capek kita bolak-balik mengurus beginian saja, karena setiap enam bulan sudah mati suketnya," paparnya.

Gambar terkait

Halaman selanjutnya 1234
Penulis: Royandi Hutasoit Editor: Abdi Tumanggor Sumber: Tribun Medan Ikuti kami di Ikuti Firasat Cek Jok Motor, Ibu 3 Anak Bongkar Perselingkuhan Suami yang Diulang Lagi dengan Janda Sumber: Google News | Berita 24 Sumut

Tidak ada komentar