GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Sumatera Utara Krisis Gas Industri, DPD Bertemu Carikan Solusi

Sumatera Utara Krisis Gas Industri, DPD Bertemu Carikan Solusi

Sumatera Utara Krisis Gas Industri, DPD Bertemu Carikan Solusi Reporter: Dias Prasongko Editor: …

Sumatera Utara Krisis Gas Industri, DPD Bertemu Carikan Solusi

Sumatera Utara Krisis Gas Industri, DPD Bertemu Carikan Solusi Reporter:

Dias Prasongko

Editor:

Martha Warta

Jumat, 29 Desember 2017 06:15 WIB
Sumatera Utara Krisis Gas Industri, DPD Bertemu Carikan Solusi

Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) sedang memeriksa instalasi pipa gas Metering Regulating Station (MRS) di mall Botani Square, Bogor, Jawa Barat, 28 September 2017. Pelanggan PGN mencapai 22.494 terdiri dari 21.937 pelanggan rumah tangga, 279 pelanggan komersil, 53 pelanggan industri jasa komer sil, dan 225 industri manufaktur pembangkit listrik. TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta â€" Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI gelar pertemuan untuk membahas krisis gas industri yang terjadi di Sumatera Utara sejak awal Desember 2017. Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba mengatakan pertemuan tersebut digelar untuk mencari solusi sekaligus meminta komitmen pihak terkait supaya menyelesaikan persoalan krisis gas tersebut.

“Kalau krisis gas tersebut dibiarkan berlarut-larut kami melihat ada potensi ratusan karyawan bakal dirumahkan,” kata Parlindungan ketika dihubungi Tempo pada Kamis, 28 Desember 2017.

Parlindungan menjelaskan bahwa pertemuan yang difasilitasi oleh DPD perwakilan Sumatera Utara ini digelar pada Kamis pagi, 28 Desember 2017 pukul 10.00 WIB.

Baca: Impor Gas Industri, Jonan Tunggu Menko Perekonomian

Adapun dalam pertemuan itu, turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Divisi Komersialisasi Gas Pipa SKK Migas, Waras Budi Santosa, Sekretaris Perusahaan Perusahaan Gas Negara, Hery Yusuf, Direktur Pembinaan Program Migas, Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Budiantono.

Dalam pertemuan itu turut hadir pula perwakilan dari PT Pertamina Gas (Pertagas), perwakilan BPH Migas, perewakilan Perta Arun Gas, serta perwakilan dari perusahaan yang beroperasi di Sumatera Utara seperti PT Jui Shin, PT Kawasan Industri Medan dan juga perwakilan dari APINDO Sumatera Utara.

Krisis gas bagi industri terjadi selama 25 hari sejak awal Desember 2017 karena sumur gas utama yang berada di Aceh belum bisa berproduksi akibat masih adanya kendala dalam menyalurkan dan masih minimnya bahan baku.

Akibatnya, banyak pabrik-pabrik di Sumatera harus menambah biaya produksinya hingga mencapai 50 persen khusus untuk pembelian bahan bakar karena harus beralih dari gas ke bahan bakar solar yang cenderung lebih mahal.< /p>

Akibat kejadian ini, kata Parlindungan, banyak perusahaan harus menelan kerugian hingga mencapai puluhan miliar selama rentang waktu itu. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar per hari.

Ia juga menuturkan akibat kejadian ini banyak pabrik-pabrik di Sumatera harus menambah biaya produksinya hingga mencapai 50 persen khusus untuk pembelian bahan bakar karena harus beralih dari gas ke bahan bakar solar yang cenderung lebih mahal.

Parlindungan juga menuturkan dalam pertemuan tersebut ada tiga hal yang disepakati. Pertama, diputuskan bahwa semua pihak sepakat bahwa pada Jumat, 29 Desember 2017 esok, pasokan gas untuk industri sudah berjalan. “Itu tadi disepakati langsung setelah kami telepon ke pihak Pertamina Hulu Energi yang mengangkat gas ke atas. Dia bilang, dan itu diperdengarkan ke semua peserta yang hadir bahwa gasnya udah ada dan normal,” tuturnya.

Kedua, dalam pertemuan tersebut disepakati supaya pada masa mendatang harus ada koordinasi dan mas terplan terkait perencanaan energi termasuk gas di Sumatera Utara. Tunjuanya untuk peningkatan industri dan menjaga serta mendukung penciptaan lapangan kerja.

Terakhir, pada pertemuan DPD tersebut juga disepakati supaya nanti bakal ada kunjungan bersama untuk memantau perkembangan gas industri di Sumatera Utara setelah terjadinya krisis gas. Kunjungan tersebut direncanakan pada 30 Desember 2017 mendatang.

Terkait Rekomendasi
  • Sri Mulyani Kritik Perjalanan Dinas Pemda DKI, Ini Kelanjutannya

    Sri Mulyani Kritik Perjalanan Dinas Pemda DKI, Ini Kelanjutannya

    12 jam lalu
  • BI: Pertumbuhan Ekonomi Membaik, di 2018 Bakal Tembus 5,5 Persen

    BI: Pertumbuhan Ekonomi Membaik, di 2018 Bakal Tembus 5,5 Persen

    14 jam lalu
  • Penerimaan CPNS 2018, Tenaga Kesehatan dan Pendidikan Diutamakan

    Penerimaan CPNS 2018, Tenaga Kesehatan dan Pendidikan Diutamakan

    16 jam lalu
  • Travel Warning Dicabut, Bali Bidik Wisatawan Cina untuk Imlek

    Travel Warning Dicabut, Bali Bidik Wisatawan Cina untuk Imlek

    18 jam lalu
  • Foto
  • Intip Pabrik Pembuatan Kembang Api di Filipina

    Intip Pabrik Pembuatan Kembang Api di Filipina

    23 jam lalu
  • Warga Berburu Diskon Akhir Tahun

    Warga Berburu Diskon Akhir Tahun

    1 hari lalu
  • Begini Rasanya Naik Kereta Bandara Railink

    Begini Rasanya Naik Kereta Bandara Railink

    2 hari lalu
  • Kaleidoskop 2017 : Sejumlah Bisnis Retail yang Tutup pada 2017

    Kaleidoskop 2017 : Sejumlah Bisnis Retail yang Tutup pada 2017

    2 hari lalu
  • Video
  • Ada Kecap Bebas GMO di Pameran Ekonomi PDIP

    Ada Kecap Bebas GMO di Pameran Ekonomi PDIP

    10 hari lalu
  • 350 Pelaku Usaha Ikuti Pameran Ekonomi, Gotong R   oyong PDIP

    350 Pelaku Usaha Ikuti Pameran Ekonomi, Gotong Royong PDIP

    10 hari lalu
  • Pengunjung Citywalk Berburu Diskon

    Pengunjung Citywalk Berburu Diskon

    11 hari lalu
  • BNI Gandeng Perusahaan Fintech untuk Perluas Agen

    BNI Gandeng Perusahaan Fintech untuk Perluas Agen

    12 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Sri Mulyani Janjikan Kue Coklat Jika Basuki Belanja Rp 20 T

  • 2

    Batas Belanjaan Bebas Bea Masuk Impor Dinaikkan Jadi US$ 500

  • 3

    Sri Mulyani Kritik Perjalanan Dinas Pemda DKI, Ini Kelanjutannya

  • 4

    Trump Ancam Potong Hibah, Sri Mulyani: Kita Tak Terpengaruh

  • 5

    Kaleidoskop 2017 : Dari Jokowi, Sri Mulyani sampai Arini Subianto

  • Fokus
  • Catatan Akhir Tahun ICW: DPR Penghambat Pemberantasan Korupsi

    Catatan Akhir Tahun ICW: DPR Penghambat Pemberantasan Korupsi

  • Ujaran Kebencian, Isu SARA Ancam Pilkada 2018 dan Pilpres 2019?

    Ujaran Kebencian, Isu SARA Ancam Pilkada 2018 dan Pilpres 2019?

  • Pilkada 2018, Lima Jenderal Siap Maju Jadi Calon Gubernur

    Pilkada 2018, Lima Jenderal Siap Maju Jadi Calon Gubernur

  • Penjara Khusus Bandar Narkoba dan Teroris, Begini Konsepnya

    Penjara Khusus Bandar Narkoba dan Teroris, Begini Konsepnya

  • Terkini
  • Bali Sambut Keputusan Cina Mencabut Travel Warning

    Bali Sambut Keputusan Cina Mencabut Travel Warning

    58 menit lalu
  • Rayakan Tahun Baru 2018, 23 KRL Tambahan Disiapkan

    Rayakan Tahun Baru 2018, 23 KRL Tambahan Disiapkan

    1 jam l alu
  • BI Umumkan E-Money Baru Awal 2018, Siapa yang Dapat Izin?

    BI Umumkan E-Money Baru Awal 2018, Siapa yang Dapat Izin?

    1 jam lalu
  • Stok Beras Aman Hingga Mei 2018, Dirjen: Tak Perlu Impor

    Stok Beras Aman Hingga Mei 2018, Dirjen: Tak Perlu Impor

    2 jam lalu
  • Sumatera Utara Krisis Gas Industri, DPD Bertemu Carikan Solusi

    Sumatera Utara Krisis Gas Industri, DPD Bertemu Carikan Solusi

    2 jam lalu
  • Kaleidoskop 2017: Modal Cina Mengalir ke Startup dan e-Commerce

    Kaleidoskop 2017: Modal Cina Mengalir ke Startup dan e-Commerce

    2 jam lalu
  • Menteri Sri Mulyani Batasi Jumlah Barang Bawaan dari Luar Negeri

    Menteri Sri Mulyani Batasi Jumlah Barang Bawaan dari Luar Negeri

    2 jam lalu
  • Instruksi Jokowi, Formasi CPNS 2018 Minimal 110 Ribu Orang

    Instruksi Jokowi, Formasi CPNS 2018 Minimal 110 Ribu Orang

    3 jam lalu
  • Pertamina Tagih Sri Mulyani Lunasi Utang Subsidi Solar 30 T

    Pertamina Tagih Sri Mulyani Lunasi Utang Subsidi Solar 30 T

    10 jam lalu
  • Menara BRI Berbiaya 1,3 T, Dirut: Akan Jadi Ikon Jakarta

    Menara BRI Berbiaya 1,3 T, Dirut: Akan Jadi Ikon Jakarta

    11 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Kaleidoskop 2017 Tekno Kecerdasan Buatan Menjadi Primadona

    Teknologi kecerdasan buatan menjadi primadona sepanjang 2017. Teknologi artificial intelligence muncul di segala sektor.

    Sumber: Google News | Berita 24 Sumut

    Tidak ada komentar