GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

BMKG Prediksi Puncak 56 Titik Panas di Sumatera Utara Terjadi ...

BMKG Prediksi Puncak 56 Titik Panas di Sumatera Utara Terjadi ...

BMKG Prediksi Puncak 56 Titik Panas di Sumatera Utara Terjadi pada Juli 2018 BMKG mencatat pada Juli 2018 ini merupakan titik puncak dari kebakaran hutan dan laha…

BMKG Prediksi Puncak 56 Titik Panas di Sumatera Utara Terjadi ...

BMKG Prediksi Puncak 56 Titik Panas di Sumatera Utara Terjadi pada Juli 2018

BMKG mencatat pada Juli 2018 ini merupakan titik puncak dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Utara.

BMKG Prediksi Puncak 56 Titik Panas di Sumatera Utara Terjadi pada Juli 2018Ilustrasi Panas

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan mencatat bahwa ada sekitar 56 titik panas (hot spot) yang ada di Sumatera Utara (Sumut).

BMKG mencatat pada Juli 2018 ini merupakan titik puncak dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Utara.

Kepala Bidang Informasi dan Data BMKG Wilayah I Medan, Syahnan mengatakan bahwa Bulan Juli merupakan puncak kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Utara dan juga propinsi lain.

"Kami memantau ada 56 titik panas yang menyebar. 56 titik hot spot tersebut dengan tingkat kepercayaannya diatas 50 persen, jadi yang kita pantau itu titik panasnya bukan kebakaran hutannya," kata, Syahnan, Kamis (19/7/2018).

Masih kata Syahnan, bahwa 56 titik panas yang tersebar tersebut yang paling banyak terdeteksi hot spot oleh BMKG adalah di dua wilayah yang ada di Sumut.

"Dua daerah paling banyak titik hot spotnya adalah Labuhan Batu dan Simalungun. Dua daerah itu paling diwaspadai karena daerah itu titik panas sering terjadi," ungkap Syahnan.

Lebih lanjut, Syahnan menerangkan, untuk di daerah pegunungan tingkat curah hujan tinggi. Jadi, kemungkinan titik hot spotnya kemungkinan kecil tapi tetap waspada terhadap sebaran asap.

"Kita imbau kepada masyar akat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan terutama di tempat lahan yang kering. Karena ditakutkan akan menyebabkan kebakaran hutan dan harus mematuhi peringatan dari pihak terkait," jelas Syahnan. (cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi Editor: Feriansyah Nasution Sumber: Tribun Medan Ikuti kami di Sempat akan Bocorkan Nama Cawapres, Kaesang Pangarep Ditegur Jokowi Sumber: Berita Sumatera Utara

Tidak ada komentar