GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

PLTA Batang Toru Jawab Krisis Listrik Sumatera Utara, Hasilkan ...

PLTA Batang Toru Jawab Krisis Listrik Sumatera Utara, Hasilkan ...

PLTA Batang Toru Jawab Krisis Listrik Sumatera Utara, Hasilkan Kapasitas 510 MW Salim Fakhry mendukung pengerjaan PLTA Batang Toru karena dinilai memiliki manfaa…

PLTA Batang Toru Jawab Krisis Listrik Sumatera Utara, Hasilkan ...

PLTA Batang Toru Jawab Krisis Listrik Sumatera Utara, Hasilkan Kapasitas 510 MW

Salim Fakhry mendukung pengerjaan PLTA Batang Toru karena dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

PLTA Batang Toru Jawab Krisis Listrik Sumatera Utara, Hasilkan Kapasitas 510 MWIlustrasi PLTA

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Anggota Komisi IV DPR RI, Salim Fakhry mendukung pembangunan PLTA Batang Toru karena dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

Namun, ia berpesan agar pemerintah memerhatikan regulasi agar tidak berbenturan dengan hukum.

“Pendapat ini didasari fakta kondisi listrik di Sumatera ya ng tak kunjung stabil. Ke depannya, kebutuhan listrik akan terus tumbuh sehingga dibutuhkan sumber energi baru tanpa harus merusak lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep yang diusung PLTA Batang Toru dinilai sudah tepat karena mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik.

“Belum lagi kapasitas PLTA Batang Toru sebesar 510 MW yang akan mampu menjawab krisis listrik di Sumatera, khususnya di masa beban puncak,” jelasnya.

Ia menerangkan, ke depannya beban listrik akan bertambah, sejak sekarang harus dimulai dikelola potensi-potensi listrik ramah lingkungan untuk masa depan.

“Komisi IV DPR, yang antara lain membidangi pertanian dan kehutanan, berharap pemerintah betul-betul memerhatikan aspek lingkungan agar tidak mengganggu kehidupan masyarakat sekitar,” terangnya.

Ia menuturkan, PLTA Batang Toru merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional‎ Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk mendo rong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa.

“Proyek ini menggunakan energi baru terbarukan yang menjadi perhatian utama Presiden Jokowi dan Wapres Kalla berkaitan mengantisipasi perubahan iklim,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, proyek tersebut merupakan pembangkit energi terbarukan yang ditargetkan beroperasi tahun 2022.

Pembangkit berteknologi canggih ini didesain irit lahan dengan hanya memanfaatkan badan sungai seluas 24 hektare (ha) dan lahan tambahan di lereng yang sangat curam seluas 66 ha sebagai kolam harian untuk menampung air.

Air kolam harian tersebut akan dicurahkan melalui terowongan bawah tanah menggerakkan turbin yang menghasilkan tenaga listrik sebesar 510 MW.

PLTA Batang Toru sangat efisien dalam penggunaan lahan, terutama jika dibandingkan dengan Waduk Jatiluhur di Jawa Barat yang membutuhkan lahan penampung air seluas 8.300 Ha untuk membangkitkan tenaga listrik berkapasitas 158 MW.

(pr a/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi Editor: Fahrizal Fahmi Daulay Sumber: Tribun Medan Ikuti kami di Video Ulah Atlet Pencak Silat Malaysia Tidak Sportif, Tendang Kontingen Singapura Nyaris Bikin Ribut Sumber: Berita Sumatera Utara

Tidak ada komentar