GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

KPK Sita Duit Rp 200 Juta Terkait Suap DPRD Sumatera Utara

KPK Sita Duit Rp 200 Juta Terkait Suap DPRD Sumatera Utara

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menyita uang Rp200 juta dari salah satu tersangka kasus suap kepada DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dan 201…

KPK Sita Duit Rp 200 Juta Terkait Suap DPRD Sumatera Utara

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menyita uang Rp200 juta dari salah satu tersangka kasus suap kepada DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Selain itu dalam penyidikan kasus itu, KPK pada Selasa memeriksa enam orang, baik tersangka anggota DPRD Sumut maupun saksi lainnya. Enam saksi itu antara lain mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 Sopar Siburian diperiksa untuk dua tersangka masing-masing Rijal Sirait dan Analism an Zalukhu.

Baca Juga : KPK Cegah Saksi Kasus PLTU Riau-1 ke Luar Negeri

"Penyidik kemarin menyita uang sebesar Rp200 juta dari salah satu tersangka anggota DPRD Sumut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Selanjutnya empat mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 masing-masing Rooslynda Marpaung, Rijal Sirait, dan Fadly Nurzal serta satu anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan 2014-2019 Rinawati Sianturi.

"Penyidik masih terus mendalami terkait penerimaan-penerimaan oleh para tersangka," ungkap Febri.

Dari 38 orang tersangka yang diproses dalam kasus ini, terhadap 21 orang baik mantan maupun anggota DPRD Sumut telah dilakukan penahanan antara lain Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Sonny Firdaus, Muslim Simbolon, Helmiati, Mustofawiyah, Tiaisah Ritonga, Arifin Nainggolan, Elezaro Duha, Tahan Manahan Pangabean, Passiruddin Daulay, Biller Pasaribu, John Hugo Silalahi, Richard Eddy Marsaut, Syafrida Fitrie, Restu Kurniawan Sarumaha, Musdalifah, Rahmianna Delima Pulungan, dan Abdul Hasan Maturidi.

Baca Juga : Diperiksa KPK atas Kasus Adiknya, Zulkifli Hasan Mengaku Terpukul

Sebelumnya, KPK pada 3 April 2018 telah mengumumkan 38 anggota DPRD Provinsi Sumut sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi memberi atau menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan/atau 2014-2019.

Ke-38 anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan/atau 2014-2019 tersebut diduga menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Puji Nugroho.

Pertama, terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD Provinsi Sumut. Kedua, persetujuan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2013 dan 2014 oleh DPR D Provinsi Sumut.

Ketiga terkait pengesahan APBD Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2014 dan 2015 oleh DPRD Provinsi Sumut. Terakhir, terkait penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumut pada 2015.

Baca Juga : Saksi Korupsi di Purbalingga, Utut Dicecar KPK 11 Pertanyaan

KPK mendapatkan fakta-fakta yang didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang elektronik bahwa 38 tersangka itu diduga menerima "fee" masing-masing antara Rp300 sampai Rp350 juta dari Gatot Pujo Nugroho terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai anggota DPRD Provinsi Sumut.

Atas perbuatannya, 38 tersangka tersebut disangkakan melanggar pasal 12 hur uf a atau b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ke-38 orang tersangka itu adalah Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, DTM Abdul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan.

Selanjutnya Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawati Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian.

Baca Juga : KPK Cabut Hak Politik 26 Terpidana Koruptor

Kemudian Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean. (Antara)

loading... loading...
  • Dalami Kasus PLTU Riau-1, KPK Panggil Melchias Mekeng

    Dalami Kasus PLTU Riau-1, KPK Panggil Melchias Mekeng

  • Setya Novanto Jual Rumah untuk Kembalikan    Uang Korupsi e-KTP

    Setya Novanto Jual Rumah untuk Kembalikan Uang Korupsi e-KTP

  • KPK Cegah Saksi Kasus PLTU Riau-1 ke Luar Negeri

    KPK Cegah Saksi Kasus PLTU Riau-1 ke Luar Negeri

  • Diperiksa KPK atas Kasus Adiknya, Zulkifli Hasan Mengaku Terpukul

    Diperiksa KPK atas Kasus Adiknya, Zulkifli Hasan Mengaku Terpukul

  • Zulkifli Hasan Diperiksa KPK Terkait Kasus Adiknya

    Zulkifli Hasan Diperiksa KPK Terkait Kasus Adiknya

  • Saksi Korupsi di Purbalingga, Utut Dicecar KPK 11 Pertanyaan

    Saksi Korupsi di Purbalingga, Utut Dicecar KPK 11 Pertanyaan

  • KPK Cabut Hak Politik 26 Terpidana Koruptor

    KPK Cabut Hak Politik 26 Terpidana Koruptor

  • Sempat Mangkir, Utut Adianto Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

    Sempat Mangkir, Utut Adianto Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

  • Zulkifli Hasan Datang ke KPK Sendirian

    Zulkifli Hasan Datang ke KPK Sendirian

Sumber: Berita Sumatera Utara

Tidak ada komentar