www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 02.26

KPK Periksa Lima Anggota DPRD Sumatera Utara dalam Kasus Suap

KPK Periksa Lima Anggota DPRD Sumatera Utara dalam Kasus Suap Reporter:

M Rosseno Aji

Editor:

Amirullah

Senin, 16 Juli 2018 12:44 WIB
Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 17 November 2017. Karena masih dalam kondisi sakit pasca kecelakaan, Setya Novanto dibantarkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). TEMPO/Imam Sukamto

Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 17 November 2017. Karena masih dalam kondisi sakit pasca kecelakaan, Setya Novanto dibantarkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK akan memeriksa lima anggota DPRD Sumatera Utara dalam kasus dugaan suap dari eks Gubernur Gatot Pudjo Nugroho. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk sejumlah tersangka dalam kasus ini.

Baca: Ruang Kerja Eni Saragih di DPR Disegel KPK Pasca-OTT

"Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap lima tersangka," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin, 16 Juli 2018.

Mereka yang diperiksa yakni, Rahmianna Delima Pulungan, Biller Pasaribu, Arlene Manurung, M Yusuf Siregar dan Muhammad Faisal. Sebelumnya, KPK langsung menahan sejumlah anggota DPRD usai diperiksa, di antaranya, Mustofawiyah dan Tiaisah Ritonga.

Dalam kasus ini KPK menetapkan total 38 anggota dan ma ntan anggota DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka sejak 29 Maret 2018. KPK menyangka mereka menerima suap sekitar Rp 300 sampai Rp 350 juta dari Gatot.

Baca: Kasus Suap Eni Saragih, KPK Sita CCTV Rumah Dirut PLN

KPK menduga Gatot memberi uang untuk memuluskan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan persetujuan laporan pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2012 hingga 2014.

Selain itu, suap diduga diberikan untuk membatalkan pengajuan hak interpelasi anggota DPRD Sumut tahun 2015. Total duit Gatot yang mengalir ke DPRD diperkirakan mencapai Rp 61 miliar.

Lihat Juga


Terkait
  • Ruang Kerja Eni S   aragih di DPR Disegel KPK Pasca-OTT

    Ruang Kerja Eni Saragih di DPR Disegel KPK Pasca-OTT

    4 jam lalu
  • JK Sebut Sofyan Basir Sangat Ketat Pilih Kontraktor Proyek PLN

    JK Sebut Sofyan Basir Sangat Ketat Pilih Kontraktor Proyek PLN

    6 jam lalu
  • Rumah Sofyan Basir Digeledah, Evaluasi Proyek PLTU Kian Mendesak

    Rumah Sofyan Basir Digeledah, Evaluasi Proyek PLTU Kian Mendesak

    6 jam lalu
  • KPK Sita CCTV, 3 Koper, dan 4 Kardus Dokumen dari Rumah Bos PLN

    KPK Sita CCTV, 3 Koper, dan 4 Kardus Dokumen dari Rumah Bos PLN

    6 jam lalu
  • Rekomendasi
  • Namanya Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Saya Tidak Tahu

    Namanya Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Saya Tidak Tahu

    2 jam lalu
  • Jokowi Beberkan Tiga Nama Masuk Bursa Cawapresnya

    Jokowi Beberkan Tiga Nama Masuk Bursa Cawapresnya

    3 jam lalu
  • Dukungan PKB ke Jokowi Bisa Naikkan Elektabilitas Partai

    Dukungan PKB ke Jokowi Bisa Naikkan Elektabilitas Partai

    4 jam lalu
  • Kapolda Kalimantan Barat Lantik Kapolres Ketapang yang Baru

    Kapolda Kalimantan Barat Lantik Kapolres Ketapang yang Baru

    5 jam lalu
  • Foto
  • Jokowi Berikan Kuliah Umum di Akademi Bela Negara NasDem

    Jokowi Berikan Kuliah Umum di Akademi Bela Negara NasDem

    4 jam lalu
  • Geledah Rumah Dirut PLN, KPK Sita Sejumlah Dokumen

    Geledah Rumah Dirut PLN, KPK Sita Sejumlah Dokumen

    20 jam lalu
  • Suami-Istri Penyerang Polres Indramayu Berhasil Ditangkap

    Suami-Istri Penyerang Polres Indramayu Berhasil Ditangkap

    21 jam lalu
  • Jokowi Resmikan Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Kartasura-Sragen

    Jokowi Resmikan Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Kartasura-Sragen

    1 hari lalu
  • Video
  • Presiden Joko Widodo Meresmikan Jalan Tol Solo-Ngawi

    Presiden Joko Widodo Meresmikan Jalan Tol Solo-Ngawi

    1 hari lalu
  • Presiden Joko Widodo Blusukan Lihat Pengecoran Jalan

    Presiden Joko Widodo Blusukan Lihat Pengecoran Jalan

    1 hari lalu
  • Presiden Joko Widodo Lakukan Uji Coba LRT Pertama di Indonesia

    Presiden Joko Widodo Lakukan Uji Coba LRT Pertama di Indonesia

    1 hari lalu
  • Presiden Joko Widodo Serahkan Sertifikat dan Tanah Wakaf

    Presiden Joko Widodo Serahkan Sertifikat dan Tanah Wakaf

    2 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    JK: Penggeledahan Bos PLN oleh KPK Terlalu Terbuka

  • 2

    Jokowi Beberkan Tiga Nama Masuk Bursa Cawapresnya

  • 3

    TGB Akan Bantu Jokowi Berdiskusi dengan Pihak yang Perlu Tabayyun

  • 4

    Deretan Artis Ini Akan Nyaleg Lewat Partai Berkarya

  • 5

    Geledah Rumah Dirut PLN, Penyidik KPK Bawa 3 Koper dan 4 Kardus

  • Fokus
  • KPU Kebut Verifikasi Berkas Caleg Setelah Pendaftaran Ditutup

    KPU Kebut Verifikasi Berkas Caleg Setelah Pendaftaran Ditutup

  • Pengejaran Terduga Teroris dan Jaringan Terorisme di Daerah

    Pengejaran Terduga Teroris dan Jaringan Terorisme di Daerah

  • Po   lisi-KPK Diminta Usut Penganggaran Proyek Rehabilitasi Sekolah

    Polisi-KPK Diminta Usut Penganggaran Proyek Rehabilitasi Sekolah

  • DKI Kebut Bereskan Trotoar Sebelum Asian Games 2018, Bisakah?

    DKI Kebut Bereskan Trotoar Sebelum Asian Games 2018, Bisakah?

  • Terkini
  • Pasca-Bom Surabaya, Polri Telah Tangkap 200 Terduga Teroris

    Pasca-Bom Surabaya, Polri Telah Tangkap 200 Terduga Teroris

    1 jam lalu
  • Nasdem Daftarkan 575 Caleg, 15 Orang Pindahan dari Partai Lain

    Nasdem Daftarkan 575 Caleg, 15 Orang Pindahan dari Partai Lain

    2 jam lalu
  • Namanya Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Saya Tidak Tahu

    Namanya Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Saya Tidak Tahu

    2 jam lalu
  • Bertemu di Acara Nasdem, Jokowi - TGB Bahas Banyak Persoalan

    Bertemu di Acara Nasdem, Jokowi - TGB Bahas Banyak Persoalan

    2 jam lalu
  • Divonis 3 Tahun Penjara, Bimanesh Pikir-pikir Ajukan Banding

    Divonis 3 Tahun Penjara, Bimanesh Pikir-pikir Ajukan Banding

    2 jam lalu
  • Prabowo - SBY Akan Bertemu pada Rabu Besok, Bahas Pilpres 2019

    Prabowo - SBY Akan Bertemu pada Rabu Besok, Bahas Pilpres 2019

    3 jam lalu
  • Calon Cawapres Jokowi: Mahfud MD, TGB, Airlangga, hingga Cak Imin

    Calon Cawapres Jokowi: Mahfud MD, TGB, Airlangga, hingga Cak Imin

    3 jam lalu
  • Dokter Bimanesh Sutarjo Divonis 3 Tahun Penjara

    Dokter Bimanesh Sutarjo Divonis 3 Tahun Penjara

    3 jam lalu
  • KPK Periksa Lima Anggota DPRD Sumatera Utara dalam Kasus Suap

    KPK Periksa Lima Anggota DPRD Sumatera Utara dalam Kasus Suap

    3 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Jadwal Pertandingan Final Piala Dunia 2018 Prancis dan Krosia

    Setelah 62 pertandingan dan 161 gol, tiba saatnya perebutan tempat ketiga dan pertandingan Final Piala Dunia 2018 antara Kroasia dan Prancis.

    Sumber: Berita Sumatera Utara

    thumbnail

    Posted by On 19.33

    Kini Ada LRT di Palembang, Seperti Apa Kisah Kereta Api di ...

    Kereta LRT di Stasiun Kelapa Gading yang ditargetkan siap beroperasi pada 10 Agustus 2018. Foto situasi stasiun LTR, Minggu (15/7/2018)KOMPAS.com /STANLY RAVEL Kereta LRT di Stasiun Kelapa Gading yang ditargetkan siap beroperasi pada 10 Agustus 2018. Foto situasi stasiun LTR, Minggu (15/7/2018)

    KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menjajal Light Rail Transit ( LRT) di Palembang, SUmatera Selatan.

    Secara resmi, LRT Palembang akan beroperasi pada 10 Agustus 2018, sebagai salah satu transportasi pendukung pelaksaan Asian Games yang juga berlangsung di Palembang, 18 Agustus 2018.

    LRT Palembang memiliki panjang 22,3 meter dengan melintasi 13 stasiun. LRT ini terdiri dari 8 train set.

    Enam train set siap dioperasikan dan dua train set cadangan. Masing-masing train set terdiri dari 3 kereta dengan kapasitas kondisi nyaman 346 orang.

    Beroperasinya LRT di Palembang menandai perkembangan perkeretaapian di Pulau Sumatera.

    Jika melihat ke belakang, seperti apa kisah perkeretaapian di Sumatera?

    Pada masanya, di pulau ini, kereta api menjadi moda transportasi andalan untuk kepentingan pengangkutan hasil perkebunan.

    Kereta api di Sumatera Barat

    Perkembangan kereta api di Sumatera Barat (Sumbar) pada awalnya digunakan untuk distribusi kopi dari daerah Bukit Tinggi, Payakumbuh, Tanah Datar maupun Pasaman ke pusat perdagangan di Padang.

    Selanjutnya, seiring berjalannya waktu, ada penambahan akses untuk mempermudah pengangkutan batu bara di daerah Sawah Lunto.

    Rencana ini dipermudah dan disanggupi oleh pihak kolonial Belanda yang ketika itu mengetahui adanya penambangan batu bara dengan kualitas baik.

    Pada 1891, dibangun rel kereta api dari Teluk Bayur menuju Sawah Lunto yang dimulai dari Stasiun Pulo Aer ke Stasiun Padang Panjang sepanjang 17 km.

    Dengan dibangunnya akses ini, dimulailah perkeretaapian di Sumatera Barat. Sumatra Staats Spoorwegen (SSS) merupakan pelopor dalam pembangunan jalur tersebut.

    Dalam perkembangannya, jalur kereta api sepanjang 240 kilometer dibangun di Sumatera Barat.

    Setelah kemerdekaan, perkembangan kereta api semakin baik sejak berdirinya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia dengan perusahaan kereta api swasta yang tergabung dalam SS/VS (Staatsspoorwagen/Vereningde Spoorwagenbedrijf).

    Sumatera Selatan

    Perkembangan kereta api di Sumatera Selatan juga dibangun untuk menunjang perkebunan. Ketika itu, pada 1911, rel kereta api melintasi kebun kaitsyuk, tembakau, kopi, karet , dan kelapa sawit.

    Sepanjang 12 kilometer lintasan dibuat dari Panjang menuju Tanjungkarang, Lampung. Jalur tersebut mulai digunakan pada 3 Agustus 1914.

    Melalui Zuid Soematera Spoorwegen (ZSS), pembangunan rel kereta api di Lampung dan Sumatera Selatan sepanjang 529 kilometer selesai dilaksanakan. Dengan perluasan jalur kereta api, bisnis perkeretaapian berkembang.

    Seiring pemindahan kekuasaan dari penjajah ke Pemerintah Indonesia, pengelolaan kereta api juga mengalami perubahan.

    Bermula dari usaha milik Belanda, kemudian melebur menjadi perusahaan milik Indonesia.

    Dikutip dari Harian Kompas ,24 September 1966, perkembangan kereta api di Sumatera Selatan terus berkembang.

    Pada akhir 1966, Kereta Api (KA) Ekspres di Sumsel mulai dibuka.

    Di jalur Kertapati-Tanjung Karang tersebut akan beroperasi 80 gerbong kereta api dengan sistem rem udara.

    Sumatera Utara

    Sementara, perkembangan kereta a pi di Sumatera Utara dimulai saat adanya bisnis tembakau.

    Ketika negara-negara Eropa sangat menyukai aroma dan rasa tembakau Deli, Belanda membentuk Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).

    Melalui DSM, perkembangan perkeretaapian di Sumatera Utara terus berkembang

    Jalur kereta api antar wilayah juga tersambung dan menghubungkan lintas Taluk-Teluk bayur, Taluk-Pekan Baru, dan bahkan Taluk-Teluk Bayur.

    Harian Kompas, 5 November 1966, memberitakan, dilakukan uji coba kereta api ekspres di Sumatera Utara. Kereta ini menghubungkan Medan-Tanjung Balai yang berjarak 175 kilometer dan bisa ditempuh dengan tempo 3 jam 45 menit dengan melewati Tebing Tinggi, Kisaran, dan Perlanaan.

    Kereta api tersebut ditarik oleh 2 lokomotif disel yang mengangkut 400 orang penumpang.

    Sementara, Harian Kompas, 22 April 1969, menyebutkan, untuk membantu perkembangan hubungan kereta api di Sumatera, perusahaan Jepang membantu perluasan hubungan ker eta yang akan menghubungkan Palembang di Sumatera Selatan dan Rantau Rapat di Sumatera Utara.

    Kompas TV Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Solo-Ngawi tepatnya di ruas Kartasura-Sragen di kecamatan Ngemplak, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

    Berita Terkait

    LRT Dijadwalkan Beroperasi 10 Agustus 2018

    Terkesan Saat Jajal LRT di Kelapa Gading, Ini Pesan Menhub

    Pengoperasian LRT Tunggu Sertifikasi dari Kemenhub

    Seluruh Rangkaian Kereta LRT Kelapa Gading-Velodrome Sudah Tiba di Jakarta

    Jajal LRT Palembang, Jokowi Sebut Lebih dari Eropa

    Terkin i Lainnya

    Perburuan Polisi Menangkap Teroris di Yogyakarta dan Indramayu

    Perburuan Polisi Menangkap Teroris di Yogyakarta dan Indramayu

    Nasional 16/07/2018, 09:25 WIB Kini Ada LRT di Palembang, Seperti Apa Kisah Kereta Api di Sumatera pada Masa Lalu?

    Kini Ada LRT di Palembang, Seperti Apa Kisah Kereta Api di Sumatera pada Masa Lalu?

    Nasional 16/07/2018, 09:25 WIB Harga Telur Ayam di Pangkal Pinang Capai Rp 1.700 per Butir

    Harga Telur Ayam di Pangkal Pinang Capai Rp 1.700 per Butir

    Regional 16/07/2018, 09:16 WIB  Hari Ini, Sejumlah Parpol Mulai Daftarkan Calon Legislatif ke KPU

    Hari Ini, Sejumlah Parpol Mulai Daftarkan Calon Legislatif ke KPU

    Nasional 16/07/2018, 09:01 WIB Mengenal Presiden Kroasia yang Curi Perhatian di Final Piala Dunia

    Mengenal Presiden Kroasia yang Curi Perhatian di Final Piala Dunia

    Internasional 16/07/2018, 08:47 WIB Bukan Perploncoan, 3 Kegiatan Ini Akan Dilakukan Selama MPLS

    Bukan Perploncoan, 3 Kegiatan Ini Akan Dilakukan Selama MPLS

    Edukasi 16/07/2018, 08:40 WIB Kapendam Cenderawasih Jelaskan Situasi Nduga Soal Isu Serangan Udara

    Kapendam Cenderawasih Jelaskan Situasi Nduga Soal Isu Serangan Udara

    Regional 16/07/2018, 08:11 WIB Sandiaga: Hentikan Polemik 6 Tol Dalam Kota, Pastikan Jangan Mangkrak

    Sandiaga: Hentikan Polemik 6 Tol Dalam Kota, Pastikan Jangan Mangkrak

    Megapolitan 16/07/2018, 08:07 WIB Geledah Rumah Dirut PLN, KPK Sita CCTV dan Sejumlah Dokumen

    Geledah Rumah Dirut PLN, KPK Sita CCTV dan Sejumlah Dokumen

    Nasional 16/07/2018, 08:06 WIB Bukan MOS, Ini 6 Aktivitas dan Atribut Dilarang dalam MPLS

    Bukan MOS, Ini 6 Aktivitas dan Atribut Dilarang dalam MPLS

    Edukasi 16/07/2018, 08:02 WIB Jelang Bertemu Putin, Trump Sebut Rusia dan China sebagai Lawan

    Jelang Bertemu Putin, Trump Sebut Rusia dan China sebagai Lawan

    Internasional 16/07/2018, 07:58 WIB Hari Ini, Dokter Bimanesh Hadapi Vonis Hakim

    Hari Ini, Dokter Bimanesh Hadapi Vonis Hakim

    Nasional 16/07/2018, 07:55 WIB Saat Kritika   n Fraksi PDI-P soal Program Dinilai Politis oleh Sandiaga

    Saat Kritikan Fraksi PDI-P soal Program Dinilai Politis oleh Sandiaga

    Megapolitan 16/07/2018, 07:44 WIB Berita Populer: Viralnya Video Lemon, hingga Jaguar Kabur dari Kandang

    Berita Populer: Viralnya Video Lemon, hingga Jaguar Kabur dari Kandang

    Internasional 16/07/2018, 07:27 WIB Ridwan Kamil: Saya akan Buat Program Satu Desa Satu Hafiz Al Quran

    Ridwan Kamil: Saya akan Buat Program Satu Desa Satu Hafiz Al Quran

    Regional 16/07/2018, 07:15 WIB Load MoreSumber: Berita Sumatera Utara

    thumbnail

    Posted by On 19.33

    KPK Panggil 2 Tersangka Suap Anggota DPRD Sumatera Utara

    Kantor DPRD Sumut.

    Kantor DPRD Sumut. (Foto: Ade Nurhaliza/kumparan)
    Penyidik KPK memanggil 2 dari total 38 tersangka kasus suap terhadap anggota DPRD Sumatera Utara. Dua orang tersebut yaitu Biller Pasaribu dan Rajmianna Delima Pulungan"Hari ini, Senin 16 Juli 2018 diagendakan pemeriksaan terhadap 2 anggota DPRD Sumut, yaitu RDP (Rajmianna Delima Pulungan), BPU (Biller Pasaribu)," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (16/7).Dalam pemeriksaan sebelumnya, 3 tersangka suap Anggota DPRD Sumut urung hadir karena alasan kepentingan keluarga, ketiga nama itu diantaranya DTM Abul Hasan Maturidi, Richard Eddy Marsaut Lingga, dan Syafrida Fitrie. Karena kepentingan penyidikan, KPK memastikan bahwa ketiganya aka n dijadwalkan ukang pemeriksaannya para pekan ini."Untuk 3 tersangka sebelumnya tidak hadir, yaitu DHM (DTM Abul Hasan Maturidi), REM (Richard Eddy Marsaut Lingga) dan SFE (Syafrida Fitrie) direncanakan penjadwalan ulangnya pada minggu ini. Kami harap tersangka hadir dan memenuhi kewajiban hukum yang diatur UU," kata Febri.Sebelumnya dalam kasus ini, pihak KPK telah resmi menahan 9 orang dari total 38 nama yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Baca Juga :

    • 3 Eks Anggota DPRD Sumut Mangkir dari Panggilan KPK
    • KPK Kembali Tahan 2 Anggota DPRD Sumut Tersangka Kasus Suap
    Terkait kasus suap anggota DPRD ini, KPK menyebutkan setidaknya telah melakukan penerimaan uang sejumlah Rp 5,47 miliar dalam proses penyidikan. Penerimaan itu terkait pengembalian uang yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka.Dalam kasus ini KPK telah menetapkan 38 anggota DPRD Sumater a Utara sebagai tersangka penerimaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo.Ke-38 anggota itu diduga menerima uang suap dari Gatot terkait proses persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut periode 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut pada tahun 2015.Atas perbuatannya, 38 anggota DPRD Sumut diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) KUHP.
    Sumber: Berita Sumatera Utara