www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 19.57

Sumatera Utara Daerah Terbesar Ke-2 Dalam Peredaran Narkoba

Berita Parlemen

Sumatera Utara Daerah Terbesar Ke-2 Dalam Peredaran Narkoba

Sumatera Utara merupakan daerah terbesar ke 2 dalam peredaran narkoba di Indonesia setelah Jakarta.

Sumatera Utara Daerah Terbesar Ke-2 Dalam Peredaran Narkoba

Sumatera Utara menjadi provinsi yang mendapat perhatian serius Komisi III DPR RI, karena merupakan daerah terbesar ke 2 dalam peredaran narkoba di Indonesia setelah Jakarta.

Demikian dikatakan Anggota Komisi III DPR RI Muslim Ayub disela-sela Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI ke Sumut.

“Letaknya yang merupakan perbatasan antara Aceh dan Malaysia membuat perdagangan narkoba menjadi lebih mudah, serta sulit diidentifikasi oleh pihak Kepolisian, ditambah kurangnya dukungan personel dan anggaran,” ucap Ayub di Mapolda Sumut, Kamis (12/4/2018).

Ayub juga mengingatkan agar negara tidak boleh kalah dalam mengatasi persoalan itu.

“Masalah keterbatasan anggaran, fasilitas dan bahkan personel bukan jadi halangan atau alasan bagi aparat penegak hukum untuk melakukan perang dan pemberantasan terhadap para sindikat narkoba,” tandasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional itu menyampaikan bahwa ada beberapa catatan tentang hukuman dakwaan narkoba yang kadang vonisnya terlalu ringan, karena klasifikasi pasal pemakai dan/atau pengedar narkoba tersebut, seringkali melar karena oknum.

“Saya memberikan apresiasi karena di wilayah Sumut hal ini sudah mulai diantisipasi,” imbuhnya.

Senada dengan Ayub, Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunker Mulfachri Harahap menyatakan bahwa seluruh catatan atau temuan dalam kunjungan kerja ini akan dibawa untuk ditindaklanjuti di Komisi III dan menjadi bahan evaluasi yang tidak terpisahkan.

“Kami akan konkret sampaikan kembali kepada badan-badan terkait seperti BNN, Polri, dan Kejaksaan untuk perbaikan,” tegas politisi Partai Amanat Nasional itu.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi mendorong pemerintah melalui BNN dan Polri supaya lebih serius lagi dan mempunyai satu sikap yang sama untuk dapat bertindak lebih keras dan tegas dalam menangani kasus peredaran narkoba.

“Karena situasi kita sudah genting terhadap perdagangan narkoba. Memang beberapa waktu terakhir terjadi penindakan yang cukup tegas dari aparat di Sumut terhadap para pengedar narkoba, dan kami mendukung kerja keras dan sikap tegas dari aparat ini,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Kunjungan kerja Komisi III ke Sumut ini adalah sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan DPR terhadap pemberantasan narkoba, netralitas Polri dalam Pilkada Serentak, dan pengawasan tenaga k erja asing yang berkaitan dengan bidang kerja Komisi III dalam persoalan hukum, HAM dan keamanan.(*)

Editor: Content Writer Ikuti kami di Bermesraan dengan Ayu Ting Ting di Atas Kapal, Boy William: Ngapain Pegang-pegang Gue? Sumber: Google News | Berita 24 Sumut

no image

Posted by On 19.57

Cagub Djarot Bangga Atraksi Kuda Kepang Masih Lestari

Liputan6.com, Deliserdang - Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat mengaku bangga dengan masih dilestarikannya atraksi 'kuda kepan' yang merupakan salah satu budaya tradisional. Hal itu disampaikannya saat menyaksikan festival kuda kepang di Lapangan Sepak Bola Kebun Baru KM 12 Desa Mulio Rejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sabtu 21 April 2018.

Apalagi, festival kuda kepang tersebut diikuti kalangan muda sehingga dapat semakin melestarikan salah satu budaya tradisional itu.

  • Aksi Emak-Emak Berjarit Adu Gowes Becak di Hari Kartini
  • Semarak Hari Kartini di Berbagai Daerah
  • Sambut Hari Kartini, Destinasi Digital Pasar Kakilangit Gelar Acara Seru

"Festival kuda kepang ini sudah jarang. Saya suka di sini, saya melihat anak muda banyak yang ikut," kata Djarot seperti dilansir dari Antara.

Menuru t Djarot, festival kuda kepang tersebut memiliki arti yang sangat penting dan menjadi salah satu sarana untuk melestarikan budaya seni Jawa itu.

Karena itu, cagub yang didukung PDIP dan PPP mengajak seluruh kalangan masyarakat Jawa di Sumatera Utara untuk selalu menjaga dan melestarikan budaya tradisional tersebut.

"Mari kita kembangkan seni budaya Jawa. Jangan anggap remeh budaya ini, karena pemain kuda kepang dan gamelan itu khusus dan butuh keahlian khusus yang tidak semua bisa dilakukan oleh orang banyak," ujar Djarot.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat resmi dicalonkan oleh PDIP sebagai Cagub Sumatera Utara.

1 dari 2 halaman

Cegah Narkoba

Selain dapat menjaga kelestarian atraksi kuda kepang, keikutsertaan kalangan muda dalam budaya tradisional itu juga dapat mencegah pemuda dalam berbagai tindakan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

"Ki ta sudah terancam dengan narkoba, salah satu untuk memerangi narkoba yaitu dengan cara melakukan festival dan mengembangkan budaya. Berikan wadah untuk anak muda melalui budaya kuda kepang," ujar cagub yang berpasangan dengan Sihar Sitorus itu.

Ketua Panitia Festival Kuda Kepang Deliserdang Sugianto mengatakan, penyelenggaraan festival tersebut memang dimaksudkan untuk menjaga kelestarian budaya Jawa di Sumatera Utara.

Masyarakat di desa itu merasa bangga atas kesediaan Djarot Saiful Hidayat yang bersedia hadir dan menyaksikan festival kuda kepang tersebut.

"Sejak Indonesia merdeka, tidak seorang pun para calon gubernur mau datang ke perkampungan ini. Baru Pak Djarot yang datang kemari," katanya.

Jika mendapatkan kepercayaan memimpin di Sumatera Utara, pihaknya mengharapkan Djarot Saiful Hidayat untuk membangkitkan seni budaya Jawa yang hampir punah itu.

Sumber: Google News | Berita 24 Sumut

thumbnail

Posted by On 19.57

Sinergitas TNI, Polri, dan Ulama Wujudkan Pilkada Damai di Sumut

Liputan6.com, Medan - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan para ulama Sumatera Utara, Kamis 19 April 2018. Pertemuan yang digelar di Medan, Sumatera Utara itu membahas upaya mewujudkan pilkada damai di Sumut.

Hal itu penting lantaran Sumatera Utara dinilai rawan konflik. Baik konflik terkait suku, agama, maupun transmigran (pendatang).

  • Sukseskan Asian Games, Panglima TNI dan Kapolri Temui Ulama di Sumsel
  • DPRD Dorong Mahasiswa Aktif dalam Pilgub Jateng 2018
  • 4 Paslon Cagub dan Cawagub Jabar Sepakat Wujudkan Pilkada Damai

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (Sekjen PB MDHW) Hery Haryanto Azumi yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan, Panglima TNI mengajak segenap masyarakat Sumatera Utara untuk menciptakan kondusivitas di tahun politik.

"P anglima TNI mengajak kita semua untuk menciptakan suasana kondusif di tahun politik. Suasana kondusif menurut beliau penting supaya mimpi Indonesia emas dapat benar-benar terwujud," ujar Hery melalui keterangan tertulisnya, Sabtu 21 April 2018.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolri. Jenderal bintang empat tersebut, kata Hery, ingin segala potensi konflik dapat dicegah dalam pilkada. Ia pun menggandeng ulama untuk turut aktif mendorong terwujudnya pilkada damai.

"Kapolri mengajak para ulama untuk turut aktif mendorong terwujudnya pilkada damai," tutur Hery.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama-MUI Sumut KH Maratua Simanjuntak mengapresiasi terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia mengatakan, ulama punya tanggung jawab besar dalam menciptakan pilkada damai.

"Mewujudkan pilkada damai merupakan bagian dari tugas ulama. Karena itu kita mendorong setiap ulama dalam berdakwah membawa kesejukan, bukan permusuhan," kata Maratua.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Wawancara Liputan6.com dengan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus.

1 dari 2 halaman

Harapan Pimpinan Ponpes

Pilkada Sumut
Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Saat Pengambilan Nomor Urut

Sementara pimpinan Ponpes Alkautsar, Syekh Ali Akbar Marbun berharap, jalinan silaturahim antara pemerintah, TNI, Polri, dan ulama terus dipelihara dengan baik. Sehingga dapat bersama-sama menjaga perdamaian di negara ini.

"Ini pertemuan positif. Perlu terus dipelihara. Kalau semua bersatu maka negara aman. Ulama pertahanan semesta. Menjaga kedaulatan bangsa bagian dari ibadah," ucap Syekh Ali Akbar.

Senada, Ketua MUI Sumatera Utara H Abdullah Syah mengatakan, silaturahim antarkomponen bangsa perlu dikembangkan supaya terjalin kedekatan antarsemua piha k.

"Ini kegiatan bagus dan positif. Kagiatan seperti ini perlu sering-sering dilakukan, perlu diperbanyak. Supaya antara pemerintah, TNI, Polri, ulama dan masyarakat pada umumnya punya kedekatan," terang Abdullah.

Seperti diketahui, melalui MDHW, Panglima TNI dan Kapolri menggelar silaturrahmi terhadap para ulama di sejumlah titik. Yakni di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Sumber: Google News | Berita 24 Sumut

thumbnail

Posted by On 19.57

KPK Garap Erry dan Ijeck dalam Kasus Korupsi Gubernur Sumatera ...

KPK Garap Erry dan Ijeck dalam Kasus Korupsi Gubernur Sumatera Utara

Pemeriksaan keduanya sebagai saksi mengenai kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

KPK Garap Erry dan Ijeck dalam Kasus Korupsi Gubernur Sumatera UtaraKompas.comGubernur Sumatera Utara, Erry Nuradi.

WARTA KOTA, PALMERAH -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Sabtu (21/4/2018) pagi, memeriksa Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dan calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Ijeck Shah.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan, pemeriksaan keduanya sebagai saksi mengenai kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

"Hari ini , tim penyidik meneruskan proses pemerikaaan terhadap dua saksi sejak pukul 10.00 WIB pagi, yaitu Tengku Erry Nuradi dan Ijeck Shah. Pemeriksaan dilakukan di Markas Korps Brimob Polda Sumut," ujar Febri melalui pesan singkat.

Penyidik hendak mengklarifikasi beberapa peristiwa pada dua periode pemerintahan serta DPRD sebelumnya.

Khususnya atas 38 anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2009-2014 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Diketahui, ke-38 tersangka itu diduga menerima suap dari Gatot terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015.

Bersamaan dengan Erry dan Ijeck, penyidik KPK juga memeriksa sekitar 18 saksi lain terkait kasus yang sama.

Mereka terdiri dari unsur pejabat di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Staf DPRD dan pihak swasta.

Hing ga saat ini, lanjut Febri, total sudah ada 94 orang di Sumatera Utara yang diperiksa sejak Senin 16 April 2018 hingga Minggu 22 April 2018 besok.

"Secara total sudah sekitar 152 saksi yang telah diagendakan pemeriksaannya," ujar Febri.

Sepekan, penyidik KPK memeriksa para saksi, kata Febri, jumlah tersangka yang mendatangi penyidik untuk mengembalikan uang hasil korupsi sekaligus mengakui perbuatannya semakin banyak.

"Dalam seminggu ini pengembalian uang terus bertambah dan telah mencapai sekitar Rp 1.7 miliar. Selanjutnya uang tersebut disita dan digunakan untuk kebutuhan pembuktian di perkara ini," kata Febri.

"Kami hargai sikap koperatif termasuk pengakuan dan pengembalian uang yang dilakukan pihak-pihak terkait kasus ini. Hal itu akan dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan. Sikap ini dapat diikuti pihak lain," lanjut dia. (Fabian Januarius Kuwado)

Tautan asli Kompas.com: Erry Nura di

Editor: Gede Moenanto Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Bermesraan dengan Ayu Ting Ting di Atas Kapal, Boy William: Ngapain Pegang-pegang Gue? Sumber: Google News | Berita 24 Sumut

thumbnail

Posted by On 18.05

Sumatera Utara dan Sekitarnya akan Dilanda Hujan Hingga Sore Hari

Sumatera Utara dan Sekitarnya akan Dilanda Hujan Hingga Sore Hari

Bagi kamu yang siang ini akan beratifitas bepergian ke luar rumah, sebaiknya mempersiapkan mantel

Sumatera Utara dan Sekitarnya akan Dilanda Hujan Hingga Sore HarigojayliciousIlustrasi

Sumatera Utara dan Sekitarnya Akan Dilanda Hujan Hingga Sore Hari

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bagi kamu yang siang ini akan beratifitas bepergian keluar rumah, sebaiknya mempersiapkan mantel agar tidak terganggu selama perjalanan.

Sebab beberapa kawasan di wilayah Sumatera Utara akan dilanda hujan sejak siang hingga sore hari.

Menurut Prakiraan data cuaca yang dikeluarkan BMKG, beberapa daerah berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Diantaranya wilayah Langkat, Deliserdang, Medan, Asahan, Batubara dan Simalungun.

Hujan diperkirakan akan meluas ke wilayah Pematangsiantar, Binjai, Sergai, Tebingtinggi, Labusel, Labuhanbatu, Labura, Karo, Dairi, Pakpak Bharat.

Hingga ke Madina, Tapsel, Padang Sidempuan, Palas, Paluta, Tapteng dan sekitarnya. Kondisi seperti ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 15.30 WIB.

Kabid Data dan Informasi BMKG Medan, Syahnan mengatakan hari ini wilayah Sumatera Utara akan dilanda hujan hingga sore hari.

"Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan terjadi diatas jam 13.15," kata Syahnan saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (18/4/2018)

"Hujan sendiri diperkirakan akan berlangsung dengan durasi 30 hingga 60 menit," ungk apnya

Lebih lanjut, Syahnan menyarankan kepada masyarakat yang akan bepergian keluar rumah agar mempersiapkan mantel, agar masih bisa beraktifitas saat hujan melanda. (cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi Editor: Fahrizal Fahmi Daulay Sumber: Tribun Medan Ikuti kami di Dari Syarat Anggota hingga Pengakuan Pelaku, Ini 5 Fakta Komunitas Pesta Seks Tukar Istri di Malang Sumber: Google News | Berita 24 Sumut

no image

Posted by On 18.05

KPK panggil 22 anggota DPRD Sumatera Utara

Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 22 anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dalam penyidikan perkara suap kepada anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019.
"Hari ini, penyidik KPK akan lakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi yang merupakan anggota DPRD Sumut untuk 38 tersangka. Hal ini merupakan kelanjutan dari pemeriksaan terhadap sekitar 50 saksi sebelumnya. Pemeriksaan dilakukan di markas Brimob Polda Sumut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.
Febri menyatakan tim KPK terus mendalami perkara penerimaan suap 38 anggota DPRD yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, terutama soal hubungannya dengan kewenangan dan periode jabatan masing-masing.
"Diduga penerimaan suap terkait dengan empat kondisi mulai dari persetujuan laporan pertanggungjawaban Gubernur hingga membatalkan interpelasi DPRD," kata Febri.
KPK pun mengingatkan agar para tersangka dan saksi dalam kasus tersebut kooperatif.
Pada Selasa (3/4), KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi memberi atau menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Sumatera Utara 2009-2014 dan/atau 2014-2019.
Ke-38 anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan/atau 2014-2019 tersebut diduga menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Puji Nugroho terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumut Tahun 2012-2014, persetujuan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun 2013 dan 2014, pengesahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2014 dan 2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumut pada 2015.
KPK mendapatkan fakta-fakta didukung bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang elektronik bahwa 38 tersangka itu menerima uang masing-masing antara Rp300 juta sampai Rp350 juta dari Gatot P ujo Nugroho terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai anggota DPRD Provinsi Sumut.
Para anggota DPRD yang menjadi tersangka meliputi Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, dan Tonnies Sianturi.
Selain itu ada Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawati Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: Google News | Berita 24 Sumut