www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

60 Ton Beras Ketan dan Ballpres Monza Gagal Masuk ke Indonesia Karena Ini

Posted by On 22.19

60 Ton Beras Ketan dan Ballpres Monza Gagal Masuk ke Indonesia Karena Ini

60 Ton Beras Ketan dan Ballpres Monza Gagal Masuk ke Indonesia Karena Ini

Tim Western Fleet Quick Response I Komando Armada RI Kawasan Barat (WFQR I Koarmabar) bersama tim Intelijen

60 Ton Beras Ketan dan Ballpres Monza Gagal Masuk ke Indonesia Karena IniTribun Medan/ArrayPetugas TNI AL saat memeriksa kapal bermuatan ballpres pakaian bekas yang diamankan di Tanjung Balai Asahan. Saat ini, kapal dan pelaku sudah berada di Lantamal I Belawan.

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Tim Western Fleet Quick Response I Komando Armada RI Kawasan Barat (WFQR I Koarmabar) bersama tim Intelijen berhasil menggagalkan p enyelundupan 60 ton beras ketan asal Thailand dan 50 Ballpres pakaian bekas (Monza) dari Malaysia.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Pangkalan Utama TNI AL I Belawan, Mayor Marinir Jayusman, 60 ton beras ketan asal Thailand itu dipasok melalui kapal kargo kayu dengan nomor 275/QQD bernama KM Bintang Timur GT 60. Selain membawa beras ketan ilegal, kapal yang bermuatan tujuh awak kapal itu membawa 4 karung pupuk.

"KM Bintang Timur diamankan petugas WFQR Koarmabar di perairan Air Masin, Aceh. Sebelumnya, tim mendapat kabar jika ada kapal bermuatan barang ilegal akan melakukan aktivitas di kawasan Idie Rayuek dan Peurlak, Aceh," kata Jayusman, Senin (6/11/2017).

Ia mengatakan, KM Bintang Timur diamankan pada Sabtu (4/11/2017) sekitar pukul 23.30 WIB. Untuk menangkap kapal ini, kata Jayusman, butuh tenaga ekstra karena kapal bermanuver dan membahayakan petugas.

"Sebelum melakukan penangkapan, tim Koarmabar bersama Intelijen berkordinasi dengan Kap al Angkatan Laut (KAL) Pulau Siba II-1-65. Karena kapal melawan, petugas sempat meletuskan tembakan peringatan," ungkap Jayusman.

Setelah kapal berhasil on board, petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Di atas kapal ada 7 anak buah kapal (ABK) masing-masing Suhendri (34), Slamet (45), Edy Syahputra (34), Abdul K (44), Mislan (43), Anuar (34), dan Abdul Halim (21). Sementara nahkoda kapal berinisial N berhasil melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke laut setelah melihat kedatangan petugas.

"Setelah diamankan, kapal kayu pembawa beras ketan ilegal itu dikawal KAL Pulau Siba II-1-65 hingga ke Lantamal," ungkap Jayusman.

Sementara itu, untuk kapal pembawa ballpres pakaian bekas (Monza) diamankan di perairan Tanjungbalai, Asahan di waktu yang hampir berdekatan. Adapun kapal pembawa pakaian bekas itu yakni KM Usaha Nelayan GT 5 No 2013 phb S7.

"Penangkapan kapal bermuatan ballpres pakaian bekas tak terlepas dari kerjasama tim Lantama l I dengan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Asahan, Letkol L (P) Bagus Badari Amrullah. Dalam penangkapan ini, ada tiga orang yang diamankan dua diantaranya nahkoda Hendrik dan Jamal. Serta anak buah kapal bernama Rahmad," kata Jayusman.

Ia mengatakan, setelah kapal bermuatan pakaian bekas itu diamankan oleh Patkamla TBA II-1-161, kemudian pelaku dan barang bukti diserahkan ke KRI Lepu-861. Sekarang, kata Jayusman, kapal bermuatan ballpres sudah berada di Lantamal I Belawan.

(Ray/tribun-medan.com)

Penulis: Array A Argus Editor: Silfa Humairah Sumber: Tribun Medan Ikuti kami di Beredar Rekaman 2 Guru di Jambi Berbuat Mesum di Ruang Kelas, Masing-masing Sudah Berkeluarga Sumber: Tribun Medan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »