www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kelihaian Ahli Hukum KPK yang Berpenampilan Nyentrik di ...

Posted by On 05.39

Kelihaian Ahli Hukum KPK yang Berpenampilan Nyentrik di ...

Dosen Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara Mahmud Mulyadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Dosen Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara Mahmud Mulyadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com รข€" Ada yang menarik dalam sidang praperadilan yang diajukan tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

Bukan soal substansi persidangan yang menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bukan juga soal silang pendapat dan adu argumen terkait hukum acara pidana.

Hal yang menarik perhatian pada persidangan hari ini adalah penampilan salah satu ahli hukum pidana yang dihadirkan tim Biro Hukum KPK.

Baca: Nyentriknya Saksi Ahli dari KPK di Sidang Praperadilan Setya Novanto...

Pada persidangan kali ini, KPK menghadirkan dua orang ahli. Salah satunya adalah dosen Fakultas Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara, Mahmud Mulyadi.

Mahmud Mulyadi saat menjadi saksi ahli dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Batam, Senin (11/1/2016).TRIBUN BATAM/ARGIANTO Mahmud Mulyadi saat menjadi saksi ahli dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Batam, Senin (11/1/2016).Kehadiran pria bergelar doktor ilmu hukum tersebut menarik perhatian pengunjung sidang sejak Selasa pagi.

Penampilannya nyentrik sehingga hakim pun melontarkan pujian.

Hakim Kusno, hakim tunggal yang memimpin praperadilan Setya Novanto, ikut berkomentar soal penampilan Mahmud.

Baca juga: Hakim Praperadilan Novanto: Ahli Ini Penampilannya Gaul, tapi Pintar Sekali

Pada akhir persidangan, Kusno mengakui bahwa Mahmud tak cuma jago dalam penampilan, tetapi benar-benar menguasai ilmu hukum.

"Ahli ini penampilannya anak gaul, tapi pintar sekali. Terima kasih," ujar Kusno kepada Mahmud.

Rambut "mohawk" hingga gesper buaya emas.

Dalam persidangan, Mahmud menggunakan jas potongan slim fit, dengan paduan celana panjang berbahan jins biru muda.

Ia juga menggunakan dasi berwarna biru dan ikat pinggang yang kepalanya berbentuk buaya berwarna emas.

Di jari tangannya, Mahmud menggunakan aksesori batu akik berukuran besar.

Sepatu boots dengan motif warna   -warni yang dikenakan dosen Fakultas Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara, Mahmud Mulyadi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Sepatu boots dengan motif warna-warni yang dikenakan dosen Fakultas Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara, Mahmud Mulyadi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).
Potongan rambut yang dipilih Mahmud juga tak seperti dosen pada umumnya. Gaya "mohawk" menjadi pilihannya.

Tak hanya itu, Mahmud juga menggunakan sepatu boots berujung lancip yang dilapisi motif warna-warni.

Jago beragumentasi

Dalam persidangan, Mahmud membuktikan bahwa penampilan bukan hal yang paling menonjol dari dirinya.

Keahliannya dalam bidang hukum bahkan mampu mengalihkan pandangan orang lain dari berbagai aksesori yang ia kenakan.

Baca: Ahli: Praperadilan Gugur sejak Sidang Pokok Perkara Dibuka oleh Hakim

Saat men ghadapi pengacara Novanto, Mahmud mampu menghindar dari pertanyaan yang dibolak-balik.

Dosen Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara Mahmud Mulyadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Dosen Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara Mahmud Mulyadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).Mahmud sempat meminta pengacara Novanto tak mengaitkan dirinya dalam strategi dan permainan waktu yang dilakukan pihak pemohon dan termohon.

"Tolong, saya jangan dibawa-bawa ke masalah antara pemohon dan termohon," kata Mahmud kepada pengacara Novanto.

Meski dalam suasana yang serius, jawaban Mahmud yang disampaikan secara cepat dan tegas, dengan gaya khas Medan, terkadang membuat membuat para pihak terkait dan pengunjung sidang tertawa.

Ada yang menarik saat Mahmud menjawab pertanyaan pengacara Novanto, Ketut Mulia Arsana. Satu pertanyaan Ketut dijawab hampir 5 menit oleh Mahmud.

Sebelum menjawab, ia meminta diberikan waktu karena jawaban yang ia sampaikan akan cukup panjang.

Mahmud kemudian menjawab pertanyaan sambil menceritakan sejarah munculnya teori hukum pidana.

Mahmud juga menjawab dengan tegas pertanyaan yang diajukan hakim. Termasuk mengenai gugurnya praperadilan apabila sidang pokok perkara terhadap Setya Novanto sudah dimulai.

"Ya itu pendapat saya sebagai ahli. Kalau Yang Mulia berbeda pendapat, ya itu urusan Yang Mulia," kata Mahmud.

Seusai persidangan, Mahmud menyatakan bahwa apa yang dilakukan KPK dalam menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka telah memenuhi prosedur hukum.

Ia meyakini bahwa penetapan tersangka itu akan dinyatakan sah oleh hakim praperadilan.

"Pokoknya KPK itu hebat. Makanya jangan sampai berurusan sama KPK," kata Mahmud kepada wartawan.

Kompas TV Hari ini (12/12), KPK selaku termohon menghadirkan dua ahli hukum.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Sepak Terjang Setya Novanto

Berita Terkait

Ketua KPK Yakin Praperadilan Gugur Saat Setya Novanto Disidang

KPK Putar Video Pengakuan Andi Narogong dalam Praperadilan Novanto

KPK Hadirkan Guru Besar Unpad dan Dosen USU dalam Praperadilan Novanto

Ahli: Praperadilan Gugur sejak Sidang Pokok Perkara Dibuka oleh Hakim

Hakim Praperadilan Minta Bukti Sidang Dakwaan Novanto akan Dimulai

Terkini Lainnya

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras di Lhokseumawe Melambung

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras di Lhokseumawe Melambung

Regional 12/12/2017, 20:29 WIB Kata Menpan RB Soal Staf Ahlinya yang Pernah Berurusan dengan KPK

Kata Menpan RB Soal Staf Ahlinya yang Pernah Berurusan dengan KPK

Nasional 12/12/2017, 20:27 WIB Petugas Kelupaan, Seorang Saksi Wanita Terkunci di Kantor Polisi

Petugas Kelupaan, Seorang Saksi Wanita Terkunci di Kantor Polisi

Internasional 12/12/2017, 20:26 WIB Pemulangan Jenazah Nafal ke Indonesia Tertahan di Bangkok

Pemulangan Jenazah Nafal ke Indonesia Tertahan di Bangkok

Regional 12/12/2017, 20:21 WIB Bikin 30 Anjing Mati di Dalam Mobil, Pria Ini Bisa Dipenjara 90 Tahun

Bikin 30 Anjing Mati di Dalam Mobil, Pria Ini Bisa Dipenjara 90 Tahun

Internasional 12/12/2017, 20:14 WIB KPK Siap Hadapi Sidang Perdana Setya Novanto di Pengadilan Tipikor

KPK Siap Hadapi Sidang Perdana Setya Novanto di Pengadilan Tipikor

Nasional 12/12/2017, 20:12 WIB Agung Laksono Usul KPK Diundang ke Munaslub Golkar

Agung Laksono Usul KPK Diundang ke Munaslub Golkar

Nasional 12/12/2017, 20:03 WIB MK: Ketentuan Investasi Dana Haji Jamin Kepastian Hukum bagi Calon Jemaah

MK: Ketentuan Investasi Dana Haji Jamin Kepastian Hukum bagi Calon Jemaah

Nasional 12/12/2017, 20:02 WIB Seekor Monyet Masuk Rumah Warga di Petojo

Seekor Monyet Masuk Rumah Warga di Petojo

Megapolitan 12/12/2017, 20:01 WIB Sandi Sempat Khawatir Anaknya Datang ke Acara DWP

Sandi Sempat Khawatir Anaknya Datang ke Acara DWP

Megapolitan 12/12/2017, 19:58 WIB Membelah Heningnya Desa di Lereng Gunung Agung yang Ditinggal Warganya Mengungsi

Membelah Heningnya Desa di Lereng Gunung Agung yang Ditinggal Warganya Mengungsi

Nasional 12/12/2017, 19:53 WIB Kata Wali Kota Jakpus soal Rencana Penutupan Jalan untuk    PKL Tanah Abang

Kata Wali Kota Jakpus soal Rencana Penutupan Jalan untuk PKL Tanah Abang

Megapolitan 12/12/2017, 19:53 WIB Dafa Hanyut Saat Mengambil Bola di Saluran Air Bukit Duri

Dafa Hanyut Saat Mengambil Bola di Saluran Air Bukit Duri

Megapolitan 12/12/2017, 19:50 WIB Juru Parkir Sabang: Kalau Lebih dari 1 Jam, Tarifnya Diatur Saja

Juru Parkir Sabang: Kalau Lebih dari 1 Jam, Tarifnya Diatur Saja

Megapolitan 12/12/2017, 19:46 WIB Kamis, Polisi Periksa 3 Saksi Ahli yang Diajukan Ahmad Dhani

Kamis, Polisi Periksa 3 Saksi Ahli yang Diajukan Ahmad Dhani

Megapolitan 12/12/2017, 19:44 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sumut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »