www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Para Diplomat Diajak Mengenal Potensi Pariwisata di Medan dan ...

Posted by On 22.54

Para Diplomat Diajak Mengenal Potensi Pariwisata di Medan dan ...

Para Diplomat Diajak Mengenal Potensi Pariwisata di Medan dan Parapat. Para diplomat turun dari kapal wisata di Pulau Samosir, Sumatera Utara, Kamis (22/3/2018). ARYA DARU PANGAYUNAN Para Diplomat Diajak Mengenal Potensi Pariwisata di Medan dan Parapat. Para diplomat turun dari kapal wisata di Pulau Samosir, Sumatera Utara, Kamis (22/3/2018).

KOMPAS.com - Salah satu tugas seorang diplomat adalah untuk mempromosikan Indonesia di luar negeri. Untuk itu, Kementerian Luar Negeri memberikan pembekalan bagi para diplomatnya yang akan ditempatkan ke luar negeri berupa pengetahuan mengenai potensi Trade, Tourism and In vestment (TTI) yang nantinya dapat dipromosikan di luar negeri guna mempertajam diplomasi ekonomi Indonesia.

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi memberikan pemaparan di hadapan para diplomat muda Kemenlu RI, Rabu (21/3/2018).  ARYA DARU PANGAYUNAN Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi memberikan pemaparan di hadapan para diplomat muda Kemenlu RI, Rabu (21/3/2018). Pada tanggal 21-24 Maret 2018, sejumlah 76 orang diplomat yang akan diberangkatkan ke Perwakilan RI di luar negeri pada periode bulan Juli 2018 diberikan pembekalan untuk mengenal potensi TTI di Medan dan Parapat, Sumatera Utara.

Pagi-pagi buta pada Rabu (21/3/2018), para diplomat peserta pembekalan harus mengejar pesawat Garuda Indonesia, GA180 yang take-off pukul 05.35 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Kualanamu.

Sesampainya di Kualanamu, para peserta bergegas menuj u Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk mendengarkan paparan dari Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi.

Gubernur Sumut menjelaskan mengenai potensi Provinsi Sumatera Utara secara umum. Beberapa contoh yang diangkat antara lain pengembangan kawasan Danau Toba untuk dijadikan sebagai "Monako-nya Indonesia".

Baca juga : Wisatawan ke Danau Toba melalui Bandara Silangit Naik Empat Kali Lipat

Di bidang industri, terdapat Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke yang berada di Kabupaten Simalungun untuk industri Kelapa Sawit dan turunannya. Selain itu, dijelaskan bahwa Sumatera Utara memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) terbesar di dunia di Tapanuli.

Direktur Utama PT KIM, Bapak Trisilo Ari Setyawan memberikn pemaparan kepada para diplomat Kemenlu RI di Medan, Rabu (21/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Direktur Utama PT KIM, Bapak Trisilo Ari Setyawan memberikn pemaparan kepada para diplomat Kemenlu RI di Medan, Rabu (21/3/2018).Gubernur Sumut mengharapkan para peserta pembekalan nantinya dapat menggunakan informasi tersebut untuk mempromosikan Provinsi Sumatera Utara guna mendatangkan lebih banyak wisatawan asing, investor, dan pelaku bisnis dari mancanegara ke Sumatera Utara.

Baca juga : Parapat Itu di Simalungun, Bukan di Samosir

Usai jamuan makan siang oleh Gubernur Sumut, para peserta bergerak menuju Kawasan Industri Medan (KIM) yang terletak di Mabar.

Perkebunan kelapa sawit Adolina milik PT Perkebunan Nusantara IV di Sumatera Utara, Kamis (22/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Perkebunan kelapa sawit Adolina milik PT Perkebunan Nusantara IV di Sumatera Utara, Kamis (22/3/2018).Para peserta disambut oleh Direktur Utama PT KIM, Bapak Trisilo Ari Setyawan dan dije laskan mengenai PT KIM yang merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha jasa pengelolaan kawasan industri.

Baca juga : Harungguan, Rajanya Ulos Tanah Batak

PT KIM menyediakan berbagai fasilitas bisnis yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan investor agar mudah menjalankan usahanya. Dijelaskan bahwa KIM saat ini memiliki listrik yang overcapacity, sumber air yang melimpah, dan penanganan limbah yang baik.

Kunjungan para diplomat Kemenlu RI ke perkebunan dan pabrik kelapa sawit Adolina milik PT Perkebunan Nusantara IV di Sumatera Utara, Kamis (22/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Kunjungan para diplomat Kemenlu RI ke perkebunan dan pabrik kelapa sawit Adolina milik PT Perkebunan Nusantara IV di Sumatera Utara, Kamis (22/3/2018).Dengan potensi tersebut, KIM dapat dijadikan sebagai pintu masuk awal para investor asing yang berkeinginan mengembangkan usahanya di Indonesia. Seusai pemaparan dan diskusi dengan Direktur Utama PT KIM, para peserta diajak untuk berkeliling KIM, termasuk ke pusat pengelolaan limbah.

Sore harinya, para peserta diberikan waktu bebas untuk meng-explore Medan. Banyak yang tertarik melakukan wisata kuliner. Beberapa tempat yang sedang hits yang dikunjungi beberapa peserta antara lain di Merdeka Walk, Durian Ucok, Mie Aceh Titi Bobrok, Seafood Wajir, Sop Sum Sum Langsa, Restoran Tip Top, dan masih banyak tempat lainnya.

Ucok Durian, salah satu tempat kuliner yang diburu wisatawan di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Ucok Durian, salah satu tempat kuliner yang diburu wisatawan di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/3/2018).Pada Kamis (22/3/2018), para peserta berkunjung ke perkebunan dan pabrik kelapa sawit Adolina milik PT Perkebunan Nusantara IV. Para peserta dijelaskan men genai proses penanaman, pemeliharaan, panen, pengolahan, hingga produk-produk yang dihasilkan oleh tanaman kelapa sawit.

Sore harinya, para peserta dibawa mengunjungi sentra kerajinan Ulos Sianipar di Jalan AR Hakim, Gang Pendidikan, Medan. Di sentra tersebut, terdapat sebuah rumah adat besar yang disebut Rumah Bolon yang menyajikan kopi bagi para pengunjung.

Para diplomat Kemenlu RI mengunjungi sentra kerajinan Ulos Sianipar di Jalan AR Hakim, Gang Pendidikan, Medan, Sumatera Utara, Kamis (22/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Para diplomat Kemenlu RI mengunjungi sentra kerajinan Ulos Sianipar di Jalan AR Hakim, Gang Pendidikan, Medan, Sumatera Utara, Kamis (22/3/2018).Sebelum masuk ke galeri, pengunjung harus melepas alas kaki. Begitu masuk ke dalam, pengunjung disajikan aneka jenis ulos, songket, dan aneka kerajinan khas Batak dengan harga yang bervariasi.

Setelah puas meliha t sentra kerajinan ulos dan berbelanja, para peserta kembali diberikan waktu menikmati suasana malam kota Medan. Banyak peserta yang kecewa karena dua malam di Medan tidaklah cukup untuk mencicipi aneka hidangan kuliner di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini.

Suasana di Merdeka Walk, Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Suasana di Merdeka Walk, Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/3/2018).Pagi harinya, para peserta meninggalkan Medan menggunakan bus menuju Parapat, Kabupaten Simalungun untuk melihat potensi wisata di daerah tersebut. Perjalanan dari Medan menuju Parapat memakan waktu sekitar 6 jam, sudah termasuk untuk berhenti Sholat Jumat dan makan siang.

Setibanya di Parapat, para peserta dibawa mengelilingi Danau Toba dan Pulau Samosir menggunakan kapal wisata.

Kapal wisata menuju Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Kapal wisata menuju Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).Di Pulau Samosir, para peserta dibawa untuk melihat Obyek Wisata Batu Kursi Raja Siallagan di mana para peserta dijelaskan mengenai kebudayaan setempat dan kemudian diajak menari Manortor bersama.

Di Pulau Samosir, para peserta juga diberi kesempatan untuk belanja di kios-kios suvenir.

Sore harinya, bertempat di Hotel Niagara Parapat, para peserta mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupatan Simalungun, Pahala Sinaga mengenai potensi wisata di Kabupaten Simalungun.

Menurut Pahala, guna mendukung program Pemerintah Pusat untuk meningkatkan jumlah wisatawan, Pemerintah Kabupaten Simalungun memperkuat pembenahan sarana dan prasarana guna pengembangan kawasan wisata Danau Toba.

Pemandangan Danau Toba dari Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Pemandangan Danau Toba dari Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).Pada Sabtu (24/3/2018), para peserta sudah harus kembali ke Jakarta. Namun jalur pulang tidak lagi melalui Bandara Kualanamu, melainkan melalui Bandara Silangit yang berada di Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara.

Perjalanan dari Parapat menuju Bandara Silangit memakan waktu sekitar 2,5 jam. Para peserta ada yang menggunakan pesawat Batik Air, ID6833 ke Bandara Soekarno-Hatta yang berangkat pukul 12.35, ada pula yang menggunakan pesawat Citilink, QG21 ke Bandara Halim Perdanakusuma pukul 13.20.

Rumah adat Batak di kawasan obyek wisata Batu Kursi Siallagan, Pulau Samosir, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,    Jumat (23/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Rumah adat Batak di kawasan obyek wisata Batu Kursi Siallagan, Pulau Samosir, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).Melalui pembekalan dan kunjungan ke Medan dan Parapat ini diharapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para diplomat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan diplomasi ekonomi Indonesia selama bertugas di luar negeri.

Mereka diharapkan memperkenalkan dan mempromosikan potensi TTI Sumatera Utara kepada para counterpart, calon investor, pebisnis, maupun calon wisatawan di negara para diplomat ditempatkan. (Arya Daru Pangayunan, diplomat Kemenlu RI)


Berita Terkait

Makna Ulos di Perkawinan Adat Batak Bobby-Kahiyang Ayu, Apa Sih?

Terkini Lainnya

Deretan Acara Musim Semi yang Menyajikan Keindahan Sakura di Korea

Deretan Acara Musim Semi yang Menyajikan Keindahan Sakura di Korea

Travel Tips 26/03/2018, 12:18 WIB The Lost World Castle, Wisatawan Bisa Selfie Berlatar Belakang Merapi

The Lost World Castle, Wisatawan Bisa Selfie Berlatar Belakang Merapi

Travel Story 26/03/2018, 10:51 WIB Para Diplomat Diajak Mengenal Potensi Pariwisata di Medan dan Parapat

Para Diplomat Diajak Mengenal Potensi Pariwisata di Medan dan Parapat

Travel Story 26/03/2018, 10:05 WIB Hasil Rakornas 2018, Kemenpar Siapkan Destinasi Wisata Nomadic

Hasil Rakornas 2018, Kemenpar Siapkan Destinasi Wisata Nomadic

News 26/03/2018, 08:07 WIB Jadwal Terbaru Waktu Mekar Sakura di Jepang 2018

Jadwal Terbaru Waktu Mekar Sakura di Jepang 2018

Jepang Terkini 26/03/2018, 07:01 WIB Kemenpar Gencarkan Nomadic Tou   rism pada 2018, Apa Itu?

Kemenpar Gencarkan Nomadic Tourism pada 2018, Apa Itu?

News 26/03/2018, 06:32 WIB 3 “Onsen” dengan Pemandangan Alam yang Indah di Kanagawa

3 “Onsen” dengan Pemandangan Alam yang Indah di Kanagawa

Jepang Terkini 25/03/2018, 20:09 WIB Kedung Pengilon, 'Niagara Mini' dari Kendal

Kedung Pengilon, "Niagara Mini" dari Kendal

Travel Story 25/03/2018, 16:23 WIB Hotel-hotel Baru Akan Hadir di Tangerang dan Tangerang Selatan

Hotel-hotel Baru Akan Hadir di T angerang dan Tangerang Selatan

Hotel Story 25/03/2018, 14:26 WIB Menginap di Kresna, Hotel Persinggahan Soekarno, SBY hingga Jokowi (2)

Menginap di Kresna, Hotel Persinggahan Soekarno, SBY hingga Jokowi (2)

Hotel Story 25/03/2018, 12:20 WIB Bukit Srobi, Dulu Tempat Mengintai Pasukan Belanda, Kini Jadi Destinasi 'Instagramable'

Bukit Srobi, Dulu Tempat Mengintai Pasukan Belanda, Kini Jadi Destinasi "Instagramable"

Travel Story 25/03/2018, 10:22 WIB 6 Tahun Jadi Bandara Terbaik Dunia, Apa Keistimewaan Changi?

6 Tahun Jadi Bandara Terbaik Dunia, Apa Keistimewaan Changi?

News 25/03/2018, 08:10 WIB De Tjolomadoe, Pabrik Gula Itu Kini Menjadi Destinasi Wisata

De Tjolomadoe, Pabrik Gula Itu Kini Menjadi Destinasi Wisata

Travel Story 24/03/2018, 23:05 WIB Rp 4,2 Juta PP ke Nepal, Promo Tiket Ulang Tahun Malindo Air

Rp 4,2 Juta PP ke Nepal, Promo Tiket Ulang Tahun Malindo Air

News 24/03/2018, 20:52 WIB Kemenpar Dorong Peningkatan Lulusan SMK melalui Sertifikasi

Kemenpar Dorong Peningkatan Lul usan SMK melalui Sertifikasi

News 24/03/2018, 19:31 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sumut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »