Kirim Berita Sumut: Klik Disini | Konfirmasi Berita Sumut: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

KPK Periksa Eks Ketua Legislator dalam Suap DPRD Sumatera Utara

Posted by On 02.11

KPK Periksa Eks Ketua Legislator dalam Suap DPRD Sumatera Utara

KPK Periksa Eks Ketua Legislator dalam Suap DPRD Sumatera Utara Reporter:

M Rosseno Aji

Editor:

Endri Kurniawati

Rabu, 23 Mei 2018 14:05 WIB
Tersangka Gubernur Sumatera Utara non aktif, Gatot Pujo Nugroho turun dari mobil tahanan sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, 22 Januari 2016. Gatot akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Tersangka Gubernur Sumatera Utara non aktif, Gatot Pu jo Nugroho turun dari mobil tahanan sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, 22 Januari 2016. Gatot akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa eks Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara, Ajib Shah, hari ini, Rabu, 23 Mei 2018. Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap DPRD Sumatera Utara, yang diberikan mantan Gubernur Gatot Pudjo Nugroho kepada sejumlah legislator.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka, MFL dan FST,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu, 23 Mei 2018. MFL adalah Muhammad Faisal, sementara FST adalah Ferry Suando Tanuray. Keduanya merupakan anggota DPRD Sumatera Utara periode 2014-2019.

Baca: KPK Terima Uang Pengembal ian dari Suap DPRD Sumatera Utara …

Sebelumnya, Ajib telah divonis empat tahun penjara dalam perkara tersebut pada 2016. Dia terbukti menerima suap dari Gatot sebagai imbalan atas persetujuannya dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara.

Dalam pengembangan perkara ini, KPK menetapkan 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumatera Utara yang lain sebagai tersangka pada 29 Maret 2018. KPK menyangka mereka menerima suap sekitar Rp 300-350 juta dari Gatot untuk tujuan yang sama.

Baca: KPK Periksa 22 Saksi Kasus Suap 38 Anggota DPRD Sumut ...

Gatot diduga memberikan suap itu untuk memuluskan pembahasan APBD dan persetujuan laporan pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2012 hingga 2014. Selain itu, suap diduga diberikan untuk membatalkan pengajuan hak interpelasi anggota DPRD Sumatera Utara tahun 2015. Total duit Gatot yang digelontorkan dalam perkara suap DPRD Sumatera Utara ini diperkirakan mencapa i Rp 61 miliar.

Lihat Juga


Terkait
  • KPK Terima Pengembalian Uang Suap dari 3 Anggota DPRD Sumut

    KPK Terima Pengembalian Uang Suap dari 3 Anggota DPRD Sumut

    4 hari lalu
  • KPK Telusuri Kesaksian Irvanto soal Aliran Dana E-KTP

    KPK Telusuri Kesaksian Irvanto soal Aliran Dana E-KTP

    4 hari lalu
  • Artidjo Alkostar Pensiun, KPK: Dia Hakim yang Kami Hormati

    Artidjo Alkostar Pensiun, KPK: Dia Hakim yang Kami Hormati

    4 hari lalu
  • KPK Periksa Istri Zumi Zola Soal Duit Sitaan dan Aset

    KPK Periksa Istri Zumi Zola Soal Duit Sitaan dan Aset

    4 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Alasan 2 Perempuan Terduga Teroris ke Mako Brimob Usai Kerusuhan

    Alasan 2 Perempuan Terduga Teroris ke Mako Brimob Usai Kerusuhan

    8 jam lalu
  • Pengumuman Hasil UN SMP 2018 Diundur Jadi 28 Mei

    Pengumuman Hasil UN SMP 2018 Diundur Jadi 28 Mei

    20 jam lalu
  • Ali Fauzi Sebut Guru Ngaji Pelaku Bom Surabaya sudah Meninggal

    Ali Fauzi Sebut Guru Ngaji Pelaku Bom Surabaya sudah Meninggal

    21 jam lalu
  • RUU Terorisme Disahkan, DPR Minta Jokowi Segera Terbitkan Perpres

    RUU Terorisme Disahkan, DPR Minta Jokowi Segera Terbitkan Perpres

    1 hari lalu
  • Foto
  • Festival Malam Lampion dalam 20 Tahun Reformasi

    Festival Malam Lampion dalam 20 Tahun Reformasi

    17 jam lalu
  • Jokowi Bagikan 7.000 Sertifikat Tanah ke Warga Kuningan

    Jokowi Bagikan 7.000 Sertifikat Tanah ke Warga Kuningan

    1 hari lalu
  • RUU Antiterorisme Disahkan DPR

    RUU Antiterorisme Disahkan DPR

    1 hari lalu
  • Jokowi Tinjau Bendungan Kuningan untuk Mengairi 3.000 ha Sawah

    Jokowi Tinjau Bendungan Kuningan untuk Mengairi 3.000 ha Sawah

    1 hari lalu
  • Video
  • Shinta Nuriyah Gus Dur Sahur Bersama Warga di Halaman Gereja

    Shinta Nuriyah Gus Dur Sahur Bersama W arga di Halaman Gereja

    6 jam lalu
  • 63 Kapal Roro Siap Angkut Ribuan Pemudik ke Sumatera

    63 Kapal Roro Siap Angkut Ribuan Pemudik ke Sumatera

    1 hari lalu
  • Merapi Waspada, Juru Kunci dan Warga Gelar Ritual Ini

    Merapi Waspada, Juru Kunci dan Warga Gelar Ritual Ini

    1 hari lalu
  • Bos Terosis Aman Abdurrahman Sanggah Terlibat Aksi Bom

    Bos Terosis Aman Abdurrahman Sanggah Terlibat Aksi Bom

    1 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Ali Fauzi Sebut Guru Ngaji Pelaku Bom Surabaya sudah Meninggal

  • 2

    Pembagian Takjil #2019GantiPresiden, Jusuf Kalla: Tidak Etis

  • 3

    Alasan 2 Perempuan Terduga Teroris ke Mako Brimob Usai Kerusuhan

  • 4

    Pengeras Suara Masjid di Kemensos Sengau, JK Tegur Idrus Marham

  • 5

    Pemungut Sampah Ini Kembalikan Uang Rp 20 Juta yang Ditemukannya

  • Fokus
  • Senjata Baru Mengolah 2 Juta Kubik Limbah Tinja Warga Jakarta

    Senjata Baru Mengolah 2 Juta Kubik Limbah Tinja Warga Jakarta

  • Penataan Kampung Versi Anies Baswedan Terganjal Aturan Tata Ruang

    Penataan Kampung Versi Anies Baswedan Terganjal Aturan Tata Ruang

  • 4 Langkah Gubernur BI Perry Warjiyo Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

    4 Langkah Gubernur BI Perry Warjiyo Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

  • Aset Tirta Amarta dalam Pembobolan Kredit Bank Mandiri Rp 1,8 T

    Aset Tirta Amarta dalam Pembobolan Kredit Bank Mandiri Rp 1,8 T

  • Terkini
  • Satu Dus E-KTP Tercecer, Tjahjo Kumolo Curiga Ada Unsur Sabotase

    Satu Dus E-KTP Tercecer, Tjahjo Kumolo Curiga Ada Unsur Sabotase

    1 jam lalu
  • Eks Napi Teroris: Jaringan ISIS Tak Rela Saya Ikut Deradikalisasi

    Eks Napi Teroris: Jaringan ISIS Tak Rela Saya Ikut Deradikalisasi

    2 jam lalu
  • Politikus PKS Minta Pemerintah Usut Soal E-KTP Tercecer di Bogor

    Politikus PKS Minta Pemerintah Usut Soal E-KTP Tercecer di Bogor

    2 jam lalu
  • Soal Takjil #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera Jawab JK

    Soal Takjil #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera Jawab JK

    4 jam lalu
  • Patroli Bakamla Menangkap Kapal Berisi 5 Ton Kabel Optik Curian

    Patroli Bakamla Menangkap Kapal Berisi 5 Ton Kabel Optik Curian

    4 jam lalu
  • Kata Kemendagri Soal E-KTP yang Tercecer di Bogor

    Kata Kemendagri Soal E-KTP yang Tercecer di Bogor

    5 jam lalu
  • Penerima Maarif Award 2018 Akan Terima Penghargaan Hari Ini

    Penerima Maarif Award 2018 Akan Terima Penghargaan Hari Ini

    6 jam lalu
  • Alasan 2 Perempuan Terduga Teroris ke Mako Brimob Usai Kerusuhan

    Alasan 2 Perempuan Terduga Teroris ke Mako Brimob Usai Kerusuhan

    9 jam lalu
  • Soal 200 Mubaligh, Said Aqil Sarankan Kemenag Rilis Kriteria Saja

    Soal 200 Mubaligh, Said Aqil Sarankan Kemenag Rilis Kriteria Saja

    9 jam lalu
  • Said Aqil Sarankan Kemenag Adakan Pelatihan untuk Mubaligh

    Said Aqil Sarankan Kemenag Adakan Pelatihan untuk Mubaligh

    11 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.

    Sumber: Google News | Berita 24 Sumut

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »