www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kesultanan Asahan, Pemerintahan Islam di Sumatera Utara Abad ...

Posted by On 19.21

Kesultanan Asahan, Pemerintahan Islam di Sumatera Utara Abad ...

Kesultanan Asahan adalah salah satu kerajaan Islam di Nusantara yang berkembang di wilayah Sumatera Utara. Kesultanan Asahan berdiri sejak abad ke-17 M, dan telah memeluk Islam sejak awal didirikan. Hal itu dikarenakan pemimpin pertama kerajaan ini adalah putra Sultan Iskandar Muda, bernama Abdul Jalil. Wilayah yang menjadi daerah pemerintahan Kesultanan Asahan awalnya adalah daerah taklukan Kesultanan Aceh Darussalam.Wilayah Kesultanan Asahan itu ditaklukan oleh Aceh Darussalam ketika Sultan Iskandar Muda melakukan penyerbuan ke Kerajaan Aru, yang berpusat di daerah Deli pada 1612. Saat itu, pasukan Aceh Darussalam sedang mengejar Sultan Johor yang diketahui menjadi kerja sama dengan Portugis. Dalam pengejaran itu, Sultan Iskandar Muda dan pasukannya berhenti di sebuah sungai. Ketika sedang beristirahat itu, Sultan Iskandar Muda menyusuri sungai itu, hingga ia tiba di suatu tanjung yang sangat indah. Tanjung itu merupakan pertemuan antara dua sungai, yakni Sungai Asahan dan Sungai Silau.Sultan Iskandar Muda yang terpesona dengan pemandangan di sekitar tanjung, memerintahkan kepada para pengawalnya untuk membangun tempat peristirahatan berupa balai. Daerah tersebut kemudian dikenal dengan nama Tanjung Balai, yang nantinya akan menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Asahan.Ketika sedang proses pembangunan balai itu, datang seorang dukun yang berasal dari Suku Karo bernama Bayak Lingga. Salah seorang pengawal Sultan Iskandar Muda bertanya kepada dukun itu mengenai penguasa tempat yang sedang mereka bangun. Bayak Lingga mengatakan bahwa penguasa tempat itu adalah Raja Margolang, seorang penguasa lokal di sana. Sultan Iskandar Muda kemudian mengutus salah seorang pengawalnya untuk menemui Raja Margolang dengan maksud meminta daerah Tanjung Balai itu. Utusan Sultan Iskandar Muda itu datang dengan membawa banyak pasukan bersenjata lengkap. Raja Margolang yang terkejut dengan ked atangan utusan itu, segera mengizinkan Sultan Iskandar Muda menguasai Tanjung Balai demi menghindari sesuatu yang tidak ia inginkan. Sejak saat itulah daerah Asahan menjadi milik Kesultanan Aceh Darussalam.

Ketika kekuasaan Aceh Darussalam mulai meredup, Kesultanan Asahan melepaskan diri dan menjadi kerajaan sendiri pada abad ke-19. Pada masa pemerintahan Sri Paduka Tuanku Sultan Ahmad Shah, Kesultanan Asahan mendapat ancaman dari Kesultanan Siak Sri Inderapura, yang berpusat di wilayah Riau. Kesultanan Siak Sri Inderapura berencana menguasai daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai Aceh Darussalam, termasuk Asahan.Kesultanan Siak Sri Inderapura kemudian meminta bantuan Belanda untuk menguasai wilayah Asahan. Belanda pun mengimkan utusannya ke Kesultanan Asahan untuk meminta Sultan Ahmad Shah tunduk pada pemerintahan Siak. Namun, permintaan tersebut ditolak dan utusan Belanda itu diusir dengan tidak hormat. Mengetahui hal itu, pemerintah Belanda merasa geram dengan tindakan Asahan, dan merencanakan penyerangan ke wilayah Tanjung Balai.Pasukan Belanda tiba di Kampung Boga, salah satu wilayah kekuasaan Kesultanan Asahan, pada 1865. Mereka kemudian bergerak ke pusat pemerintahan Kesultanan Asahan di Tanjung Balai. Pertempuran antara Belanda dan Asahan terjadi di beberapa daerah. Pasukan Belanda berhasil memukul mundur pasukan Asahan dan menaklukan satu demi satu wilayah kekuasaan Asahan. Sultan Ahmad Syah semakin terdesak dan memutuskan untuk munduk ke pedalaman meminta bantuan raja-raja Batak. Namun kekuatan Belanda masih terlalu besar, dan berhasil menduduki istana Tanjung Balai. Sejak 12 September 1865, seluruh wilayah Kesultanan Asahan berada di bawah kekuasaan Belanda.Wilayah-wilayah yang berada di dalam penguasaan Kesultanan Asahan adalah daerah-daerah yang sekarang termasuk ke d alam wilayah Kota Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Labuhan Batu Utara, dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan.
Sumber: Gustama, Faisal Ardi. 2017. Buku Babon Kerajaan-Kerajaan di Nusantara. Yogyakarta: Brilliant BookFoto: pinterest.frSumber: Google News | Berita 24 Sumut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »